Mutiara Pagi: Menemukan Tuhan di Tengah Tantangan
- 05 Feb 2026 10:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang : Dalam perjalanan kehidupan, setiap orang kerap dihadapkan pada berbagai tantangan yang mengguncang keyakinan dan harapan. Tekanan ekonomi, persoalan kesehatan, konflik keluarga, hingga ketidakpastian masa depan sering membuat manusia merasa lemah dan mengandalkan kekuatan sendiri. Namun, dalam perspektif iman Kristen, situasi sulit justru dapat menjadi ruang perjumpaan dengan Tuhan yang menghadirkan pengharapan dan kekuatan baru.
Hal tersebut disampaikan Apriliatus Laiskodat, S.Th, Penyuluh Agama Kristen pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang, Selasa, 3 Februari 2026. Ia mengibaratkan, tantangan hidup seperti pengalaman bangsa Israel saat menghadapi kota Yerikho setelah menyeberangi Sungai Yordan. Menurutnya, kondisi itu mencerminkan pergumulan orang percaya masa kini yang kerap memandang masalah dari sudut pandang manusiawi.
Apriliatus menjelaskan bahwa Firman Tuhan menunjukkan kehadiran Allah secara nyata justru di tengah tekanan terbesar. Perjumpaan Yosua dengan Panglima Balatentara Tuhan menjadi bukti bahwa Tuhan hadir bukan saat keadaan aman, melainkan ketika manusia berada di medan pergumulan. Situasi ini mendorong umat percaya untuk merefleksikan sikap iman dan belajar hidup dalam ketaatan serta ketergantungan penuh kepada Tuhan.
Mengacu pada Yosua 5:13-15, ia menguraikan kebenaran pertama bahwa iman diuji dalam ketidakpastian. Respons Yosua yang bertanya, “Kawankah atau lawan?” menggambarkan reaksi manusia saat menghadapi ancaman. Apriliatus menekankan bahwa tidak semua hal yang tampak menakutkan berarti Tuhan tidak hadir. Dalam kondisi sulit, kehadiran Tuhan justru dapat dirasakan lebih nyata sebagai sumber pengharapan.
Kebenaran kedua adalah ketika Tuhan mengambil alih komando kehidupan. Pernyataan sebagai Panglima Balatentara Tuhan menegaskan kedaulatan Allah sebagai pemimpin tertinggi atas setiap krisis. Ia mengingatkan, kemenangan tidak ditentukan oleh kekuatan manusia, melainkan oleh penyertaan Tuhan yang bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna.
Selanjutnya, Apriliatus menyoroti pentingnya penyembahan yang mendahului kemenangan. Sikap Yosua yang sujud menyembah mencerminkan kerendahan hati, ketaatan, serta pelepasan ketergantungan pada kemampuan sendiri. Dalam penyembahan, medan pertempuran dapat berubah menjadi ruang perjumpaan yang kudus, tempat orang percaya mengalami penguatan iman.
Ia menegaskan, setiap tantangan hidup dapat menjadi sarana perjumpaan dengan Tuhan ketika disikapi dengan iman dan kerendahan hati. Tantangan bukanlah tanda ketiadaan Allah, melainkan ruang bagi Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Dengan menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan, setiap pergumulan dapat meneguhkan iman karena Tuhan yang hadir di tengah tantangan adalah Tuhan yang setia menyertai dan memberi kemenangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....