Wabup Sumba Barat Buka Musrenbang Wanukaka Tekankan Pariwisata
- 04 Feb 2026 20:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba : Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Wanukaka Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung di Wanukaka, Senin (2/2/2026), ini dihadiri perwakilan pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Sumba Barat, serta Wakil Ketua Tim PKK Sumba Barat.
Dalam laporan Plt. Camat Wanukaka, Lukas Pewu, disampaikan bahwa Musrenbang bertujuan menyelaraskan prioritas pembangunan desa dengan kebijakan pemerintah daerah sesuai Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Proses ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan arah pembangunan kabupaten.
Lukas Pewu juga menyoroti empat potensi unggulan Kecamatan Wanukaka, yakni sektor pariwisata dengan keindahan alam perbukitan dan budaya kampung adat yang belum dikelola optimal, sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat, sektor peternakan yang terancam wabah African Swine Fever (ASF), serta sektor perikanan pesisir yang potensial namun menghadapi tantangan masuknya nelayan luar dengan peralatan lebih unggul.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumba Barat dengan visi “Terwujudnya kehidupan rakyat Sumba Barat yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan”. Visi tersebut didukung delapan indikator kinerja utama serta program prioritas Sumba Barat Berseri yang menitikberatkan pada pariwisata, sumber daya manusia, infrastruktur, ketangguhan daerah, dan reformasi birokrasi.
Perwakilan pimpinan DPRD Sumba Barat memberikan apresiasi atas capaian predikat nasional di bidang kesehatan yang diraih kabupaten, khususnya di Kecamatan Wanukaka. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari pelayanan publik yang semakin prima dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thimo Ragga menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran, kemandirian, serta kreativitas dalam pelaksanaan program, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketertiban sosial, melestarikan budaya Pasola, dan mendukung pembangunan berkelanjutan yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama pada akhir Musrenbang. (Jl)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....