Sinkronisasi Pembangunan Jembatan Hangkapu Perkuat Konektivitas Antar Wilayah

  • 11 Jun 2026 09:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba : Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, memimpin rapat sinkronisasi pembahasan rencana pembangunan jembatan non-nasional yang melibatkan perwakilan dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Sumba Barat, 10 Juni 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, serta mendapat arahan teknis dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT.

Dalam rapat tersebut, Kepala Balai Jalan Nasional NTT memaparkan hasil riset dan kajian pemerintah pusat yang menyatakan kondisi lahan di Kabupaten Sumba Barat aman untuk mendukung pembangunan Jembatan Hangkapu. Berdasarkan hasil survei lapangan, panjang jembatan yang direncanakan mencapai 100 meter dengan estimasi nilai Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sekitar Rp111 miliar.

Kajian teknis juga mengungkapkan adanya dua alternatif bentang jembatan yang sedang dipertimbangkan. Alternatif pertama menyesuaikan lebar daerah aliran sungai (DAS) yang mencapai sekitar 170 meter, sedangkan alternatif kedua mengacu pada hasil survei teknis dengan panjang bentang 100 meter. Penentuan pilihan akhir akan mempertimbangkan kondisi lapangan serta efisiensi biaya pelaksanaan.

Wakil Bupati Sumba Barat menyampaikan apresiasi kepada Balai Jalan Nasional NTT atas dukungan dan penjelasan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa usulan pembangunan Jembatan Hangkapu merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang telah diajukan kepada pemerintah pusat karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat dan memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, Jembatan Hangkapu akan menjadi penghubung penting yang memperkuat konektivitas empat kecamatan, yakni Loli, Lamboya, Kota Waikabubak, dan Laboya Barat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, kampung adat, kawasan wisata, serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Balai Jalan NTT, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Sejumlah langkah lanjutan yang disepakati meliputi pendalaman kajian teknis, klarifikasi kebutuhan lahan, finalisasi perhitungan anggaran, serta penyusunan jadwal pengajuan usulan prioritas ke pemerintah pusat. Jika terealisasi, Jembatan Hangkapu diyakini akan membuka akses antarwilayah yang selama ini terbatas dan mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat. (Jl)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....