Kitab Sarasamuscaya Tegaskan Tujuan Hidup Manusia Menurut Hindu
- 04 Feb 2026 05:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kitab suci Sarasamuscaya yang diyakini umat Hindu memandang kelahiran manusia sebagai anugerah yang mengandung tujuan hidup yang luhur. Setiap manusia hadir ke dunia dengan kondisi dan karakter yang berbeda-beda sebagai bagian dari kehendak kehidupan.
“Manusia terlahir di dunia tidaklah tanpa tujuan, sebagaimana diajarkan dalam Sarasamuscaya. Perbedaan antarmanusia merupakan keniscayaan yang meliputi sikap, perilaku, hingga latar belakang kehidupan,” ujar Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Pancami T.S. Samosir di Pro1 RRI Kupang, Rabu (4/2/2026).
Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi dasar penilaian terhadap kemuliaan seseorang. Kekayaan, status sosial, maupun kedudukan tidak menjadi ukuran utama dalam menilai nilai kemanusiaan.
Dalam ajaran Hindu, perbuatan baik dan perbuatan buruk akan menjadi pahala yang menentukan perjalanan hidup manusia. Nilai luhur seseorang justru terletak pada kemampuannya menjalani hidup dengan kebajikan dan kesadaran moral.
“Sekalipun seseorang hidup dalam kondisi miskin, namun memiliki perbuatan baik dan pahala yang luhur, itulah manusia yang mulia. Kemuliaan hidup diukur dari dharma yang dijalani, bukan dari materi yang dimiliki,” kata Pancami.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa hakikat kehidupan manusia adalah membebaskan diri dari penderitaan dan kesengsaraan melalui jalan dharma. Jalan tersebut menuntun manusia untuk hidup selaras dengan ajaran agama dan nilai kebajikan.
Kelahiran sebagai manusia, menurutnya, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melaksanakan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, sifat manusia terbagi menjadi dua, yakni sifat baik dan sifat buruk, yang harus dikendalikan melalui pemahaman dan pengamalan ajaran Dharma Hindu. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....