Langkah Antisipatif Pemerintah Jaga Pasokan BBM Rote
- 02 Feb 2026 13:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Upaya mengatasi kesulitan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gangguan listrik di Kabupaten Rote Ndao terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur beberapa waktu terakhir sempat menghambat distribusi BBM, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat dan operasional listrik di daerah kepulauan tersebut.
Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin, dalam Program Hallo RRI Pro 1 RRI Kupang menjelaskan bahwa pihaknya aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PLN Wilayah NTT, PLN ULP Rote Ndao, Pertamina Patra Niaga, serta instansi terkait lainnya. Berdasarkan rilis BMKG, cuaca ekstrem tidak memungkinkan kapal tanker BBM berlayar ke Rote, sehingga diperlukan langkah-langkah khusus agar pasokan energi tetap dapat dipenuhi.
Melalui koordinasi intensif, pada 17 Januari lalu kapal pengangkut BBM akhirnya mendapat izin berlabuh meski cuaca belum sepenuhnya membaik. Pasokan BBM tersebut diperuntukkan bagi SPBU serta kebutuhan masyarakat seperti petani, nelayan, dan aktivitas pelayanan publik. Selain itu, pengiriman BBM juga difokuskan untuk memenuhi kebutuhan PLN yang sebelumnya mengalami keterbatasan stok.
Simson mengungkapkan bahwa pemadaman listrik bergilir sempat dilakukan karena stok BBM PLN tersisa sekitar 100 ton, sementara kebutuhan operasional listrik 24 jam mencapai sekitar 40 ton per hari. Kondisi ini mulai teratasi setelah kapal bantuan dari navigasi mengirimkan 180 ton BBM, disusul kedatangan kapal lain yang membawa tambahan 500 ton BBM, sehingga listrik di Rote Ndao kini kembali menyala normal selama 24 jam.
Sebagai langkah antisipasi jangka menengah, PLN saat ini tengah membangun 10 tangki penampung BBM baru di Rote Ndao, masing-masing berkapasitas sekitar 50 ton. Jika seluruh tangki tersebut selesai dibangun, ditambah dengan kapasitas tangki lama, total penampungan BBM dapat mencapai sekitar 1.000 ton, yang diperkirakan mampu menopang operasional listrik hingga 24 hari saat distribusi terhambat cuaca.
Selain pasokan untuk listrik, Simson juga menekankan pentingnya menjamin ketersediaan BBM bagi mobilitas masyarakat. Ia mendorong percepatan pembangunan jobber atau depo BBM di Rote Ndao sebagai solusi jangka panjang. Sementara itu, pengawasan distribusi terus diperketat melalui koordinasi pemerintah daerah, Forkopimda, dan pengelola SPBU agar BBM tetap tersedia bagi masyarakat kecil dan tidak disalahgunakan, sembari mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....