Pemda Sumba Timur Perkuat Strategi Penanganan Stunting Terpadu
- 02 Feb 2026 06:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui langkah-langkah terkoordinasi lintas perangkat daerah. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumba Timur, Yulius Ngenju, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bekerja secara kooperatif dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut, Jumat (30/1/2026).
Menurut Yulius, langkah awal yang dilakukan adalah menganalisis secara menyeluruh penyebab stunting dari hulu, termasuk melengkapi dan memvalidasi data. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengetahui secara pasti lokasi serta faktor dominan penyebab stunting di setiap wilayah.
Ia menyampaikan, secara umum angka stunting di Sumba Timur menunjukkan tren penurunan. Namun demikian, persoalan gizi buruk dan kekurangan gizi masih mengalami peningkatan sehingga memerlukan penanganan yang lebih fokus dan terarah.
Yulius menjelaskan, langkah konkret yang akan diambil Pemda dimulai dari pemetaan penyebab stunting di masing-masing kecamatan. Setiap perangkat daerah akan dilibatkan sesuai tugas dan fungsinya untuk menangani persoalan gizi buruk dan kekurangan gizi secara bersama-sama.
Khusus penanganan stunting, intervensi akan difokuskan sejak masa kehamilan. Perbaikan gizi ibu hamil menjadi perhatian utama, dengan peran aktif Dinas Kesehatan dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran makanan tambahan bagi ibu hamil yang berisiko, termasuk yang baru terdeteksi mengandung.
Terkait data yang menunjukkan Kecamatan Lewa sebagai salah satu penyumbang stunting tertinggi, Yulius menyatakan hal tersebut masih akan dianalisis lebih lanjut. Menurutnya, sebagai wilayah lumbung pangan, kondisi ini seharusnya tidak terjadi, sehingga diperlukan kajian mendalam bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, dan kecamatan untuk menelusuri kemungkinan pola asuh dan faktor lain yang menjadi penyebab utama,"ungkapnya.(yb)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....