MAFINDO Kupang Bekali Guru Literasi Kecerdasan Artifisial
- 29 Jan 2026 17:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Kupang menyelenggarakan Kelas Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi para guru se-Kota Kupang, bertempat di Hotel Sahid T-More Kupang, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 60–65 guru dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, S.STP., M.Si, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara MAFINDO dan Pemerintah Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan guru sebagai pionir pemanfaatan kecerdasan artifisial di sekolah.

PLT. Kadis P & K Kota Kupang, Ernest Ludji. (Foto: Delvin).
“Kami sangat mengapresiasi teman-teman relawan dari MAFINDO yang berkenan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Guru-guru yang hadir hari ini kami harapkan menjadi pionir di sekolah masing-masing dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk pembelajaran, perencanaan, hingga evaluasi,” ujar Ernest.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi AI sejak dini, mengingat maraknya informasi menyesatkan dan hoaks di media sosial. Menurutnya, literasi AI yang baik akan membantu guru dan peserta didik memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha. MAFINDO bekerja sama dengan FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam penyampaian materi.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berkomitmen memperkuat kerja sama melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan FISIP Undana sebagai bagian dari pengabdian masyarakat Tridharma Perguruan Tinggi. Sementara itu, Kepala Sekolah Mafindo Institute, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, S.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional AI Goes To School yang dilaksanakan serentak di sekitar 80 titik di Indonesia.

Kepala Sekolah Mafindo Institute, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa. (Foto: Delvin).
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengedukasi guru tentang literasi AI, termasuk etika dan prinsip penggunaannya. Guru adalah influencer yang memiliki pengaruh besar, baik bagi siswa maupun lingkungan sekitarnya,” kata Dimas. Ia menambahkan, pemahaman etika AI menjadi hal fundamental agar guru dan peserta didik tidak bergantung sepenuhnya pada AI tanpa berpikir kritis dan melakukan verifikasi informasi.
Materi yang disampaikan dalam kelas ini terdiri dari enam modul, meliputi konsep dasar kecerdasan artifisial, etika AI, manajemen prompting, pemanfaatan AI untuk pengelolaan kelas, pembuatan media pembelajaran kreatif, serta bantuan AI dalam pekerjaan administrasi dan kinerja guru. Salah satu peserta, Eni Ernawati Udin, guru SD PERSITIM 1 Kupang, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru baginya.

Guru SD PERSITIM 1 Kupang, Eni Ernawati Udin. (Foto: Delvin)
“Sangat luar biasa. Selama ini kita menggunakan, tapi belum benar-benar paham apa itu kecerdasan artifisial dan bagaimana etika memanfaatkannya. Banyak tools yang bisa membantu administrasi guru dan proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak guru, termasuk guru-guru senior, agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Program AI Goes To School sendiri ditargetkan berlangsung hingga akhir 2026 dengan total sekitar 120 kelas, baik secara luring maupun daring, guna menjangkau guru-guru di berbagai daerah di Indonesia. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....