Disperindag Pastikan Harga Sembako Kota Kupang Stabil

  • 29 Jan 2026 12:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur belakangan ini turut memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran. Kondisi cuaca tersebut kerap berdampak pada keterlambatan pelayaran dan distribusi barang, yang berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga sembako di Kota Kupang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., dalam Program Hallo RRI di Pro 1 RRI Kupang menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan petugas di pasar-pasar tradisional, hingga minggu keempat Januari 2026 harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Stabilnya harga ini dipengaruhi oleh ketersediaan stok pasca Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang masih mencukupi.

Alfred menyebutkan, stok kebutuhan pokok yang tersedia sejak Desember 2025 masih terbawa hingga Januari 2026, sehingga mampu menahan lonjakan harga di pasaran. Kondisi ini dinilai positif karena turut menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat berdampak langsung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Alfred menjelaskan bahwa pada periode Januari hingga Februari umumnya stok sembako berada dalam kondisi aman. Khusus untuk komoditas beras, hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Disperindag menunjukkan ketersediaan stok diperkirakan aman hingga Mei 2026. Sementara itu, distributor komoditas lainnya juga telah menyiapkan pasokan untuk beberapa bulan ke depan.

Namun demikian, ia mengakui bahwa menjelang hari besar keagamaan, khususnya Ramadan dan Idulfitri, biasanya terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu. Berdasarkan pengalaman, kenaikan harga umumnya terjadi pada bawang dan cabai, yang dapat melonjak hingga Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram, tergantung pasokan dari daerah pemasok seperti Flores, Rote, Sabu, Jawa, dan Makassar. Sementara harga beras cenderung stabil dengan kenaikan yang relatif kecil.

Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga, Disperindag Kota Kupang secara rutin melakukan pemantauan harga setiap hari di sejumlah pasar, seperti Pasar Oebobo, Pasar Kasih Naikoten, Pasar Oeba, dan pasar-pasar kecil lainnya. Data hasil pemantauan tersebut dilaporkan secara berjenjang kepada Wali Kota Kupang dan juga Kementerian Dalam Negeri sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian harga.

Mengakhiri pernyataannya, Alfred mengimbau masyarakat Kota Kupang agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor dan Bulog untuk menjaga ketersediaan stok dan menyiapkan langkah-langkah seperti pasar murah menjelang hari raya, sehingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....