Kenaikan BBM Dorong Kenaikan Ongkos Kirim Ekspedisi di Kupang
- 22 Jun 2026 17:44 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM mulai memberikan dampak terhadap sektor jasa pengiriman barang di Kota Kupang. Meningkatnya biaya bahan bakar membuat perusahaan ekspedisi harus melakukan penyesuaian tarif, sementara masyarakat mulai mempertimbangkan kembali penggunaan jasa pengiriman akibat kenaikan biaya.
Kondisi ini dirasakan oleh sejumlah pekerja ekspedisi yang setiap hari melayani pengiriman barang antarwilayah. Biaya operasional kendaraan yang meningkat menjadi salah satu alasan utama terjadinya penyesuaian tarif pengiriman.
Sri, salah satu pegawai Aini Express Kupang, kepada RRI.CO.ID, Senin 22 Juni 2026 mengatakan, kenaikan BBM sangat berpengaruh terhadap aktivitas usaha ekspedisi. Menurutnya, bahan bakar menjadi salah satu komponen penting dalam proses pengiriman karena kendaraan menjadi sarana utama dalam mendistribusikan barang kepada pelanggan.
Ia menjelaskan, sejak terjadi kenaikan BBM, biaya pengiriman mengalami penyesuaian hingga sekitar 25 persen. Kenaikan tersebut dilakukan agar operasional perusahaan tetap berjalan di tengah meningkatnya kebutuhan biaya transportasi.
“Kenaikan BBM otomatis berpengaruh ke ongkos kirim. Kenaikannya sekitar 25 persen. Karena biaya operasional juga naik, jadi kami harus menyesuaikan tarif pengiriman,” ucap Sri, saat di temui RRI.CO.ID, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, perubahan tarif tersebut sempat mendapat pertanyaan dari sejumlah pelanggan. Sebagian masyarakat merasa keberatan karena harus membayar biaya pengiriman lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Namun, pihak ekspedisi berusaha memberikan pemahaman kepada pelanggan bahwa perubahan tarif tidak dilakukan secara sepihak, melainkan mengikuti kondisi biaya operasional yang semakin meningkat. Selain berdampak terhadap tarif, kenaikan BBM juga mulai memengaruhi jumlah pengiriman barang.
“Memang ada dampaknya, beberapa pengiriman mengalami penurunan karena pelanggan juga mempertimbangkan biaya,” ucapnya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, pihak ekspedisi tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penyesuaian operasional dilakukan agar proses pengiriman barang tetap berjalan dengan baik.
Kenaikan BBM menjadi tantangan baru bagi sektor usaha yang bergantung pada transportasi. Pelaku usaha berharap kondisi ekonomi dapat segera stabil sehingga aktivitas distribusi barang dan kebutuhan masyarakat dapat kembali berjalan normal. (AI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....