Optimalisasi Lahan Kunci Swasembada Pangan NTT
- 29 Jan 2026 11:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Upaya optimalisasi lahan pertanian menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2026. Momentum musim hujan yang sedang berlangsung dimanfaatkan sebagai periode terbaik untuk meningkatkan aktivitas budidaya pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi.
Hal tersebut disampaikan oleh Samuel Keffi, SP., M.Sc, Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, saat menjadi narasumber dalam program Dialog Kupang Menyapa Pro 1 RRI Kupang. Ia menjelaskan bahwa saat ini NTT berada pada puncak musim tanam Oktober 2025 hingga Maret 2026, yang menjadi periode strategis bagi petani untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia.
Menurut Samuel, hingga awal tahun 2026 sudah terdapat sekitar empat hingga lima kabupaten di NTT yang sangat intensif melakukan penanaman dan hampir mencapai target yang ditetapkan. Pemerintah Provinsi NTT sendiri menargetkan luas tanam padi pada tahun 2026 berada pada kisaran 400 ribu hingga 500 ribu hektar, yang mencakup padi sawah maupun padi ladang.
Ia mengungkapkan bahwa luas baku lahan sawah di NTT saat ini mencapai sekitar 176 ribu hektar, dan hampir 100 ribu hektar di antaranya telah ditanami pada musim tanam berjalan. Dengan penerapan pola tanam dua hingga tiga kali setahun di beberapa wilayah, total luas tanam kumulatif diharapkan mampu mencapai target nasional yang telah disepakati bersama pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Samuel menjelaskan bahwa peningkatan produksi dilakukan melalui dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. Intensifikasi difokuskan pada optimalisasi lahan yang sudah ada melalui penyediaan benih unggul, pupuk, sarana produksi, serta dukungan irigasi dan pompanisasi. Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan melalui pembukaan lahan sawah baru, termasuk program cetak sawah rakyat.
Salah satu contoh konkret ekstensifikasi lahan, lanjut Samuel, adalah pembukaan sekitar 490 hektar sawah baru di Kabupaten Kupang yang memanfaatkan Bendungan Raknamo, dengan rencana penambahan hingga 2.000 hektar pada tahun 2026. Melalui optimalisasi lahan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan produksi padi mencapai sekitar 1,1 juta ton pada tahun 2026, sebagai langkah nyata menuju swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....