Menghadapi Pencobaan Dengan Iman, Hikmat, Dan Ketekunan

  • 29 Jan 2026 10:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Firman Tuhan mengajarkan bahwa pencobaan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dimaknai sebagai sarana pembentukan iman. Dalam Yakobus 1:2–8, umat kristen diajak memandang pencobaan dengan sudut pandang rohani, yakni sebagai jalan menuju ketekunan, kedewasaan iman, dan keutuhan hidup di hadapan Tuhan.

Pemahaman tersebut disampaikan oleh Prihadi Kristiyan, M.Th, Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang. Ia menekankan bahwa sikap utama dalam menghadapi pencobaan adalah tidak takut, sebab ujian terhadap iman akan menghasilkan ketekunan yang membawa pertumbuhan rohani yang matang.

Menurut Prihadi, firman Tuhan juga mengajarkan pentingnya sikap berhikmat dalam menghadapi pencobaan. Ketika manusia merasa tidak mampu memahami situasi yang dihadapi, Tuhan mendorong umat-Nya untuk meminta hikmat dengan rendah hati. Allah, kata dia, adalah Pribadi yang murah hati dan tidak membangkit-bangkit kesalahan, sehingga setiap permohonan yang disampaikan dengan iman akan dijawab-Nya.

Selain itu, Yakobus menegaskan agar permintaan kepada Tuhan dilakukan tanpa keraguan. Fokus iman sepenuhnya kepada Tuhan menjadi kunci agar pencobaan tidak menggoyahkan kepercayaan. Prihadi menjelaskan bahwa pencobaan membongkar ilusi manusia yang sering merasa mampu mengandalkan diri sendiri, dan Tuhan ingin mengubah sikap tersebut menjadi ketergantungan yang rendah hati kepada-Nya.

Lebih lanjut, pencobaan juga bertujuan membentuk kesetiaan dalam proses dan ketaatan yang utuh. Prihadi menyampaikan bahwa Tuhan tidak selalu mengangkat pencobaan dengan segera, tetapi justru membentuk ketekunan hati agar tetap taat meski belum melihat jalan keluar. Dalam tekanan, Tuhan mengajar umat-Nya untuk peka terhadap kehendak-Nya, bukan sekadar mencari kenyamanan pribadi.

Menutup pemaparannya, Prihadi menegaskan bahwa pencobaan mengarahkan orang percaya untuk hidup dalam iman, bukan ketakutan. Tuhan setia memberi kekuatan dan jalan keluar bagi setiap pencobaan yang diizinkan-Nya. Karena itu, umat dipanggil untuk berjaga-jaga dan berdisiplin, lebih peka terhadap godaan, serta setia dalam doa, firman, dan relasi yang sehat sebagai wujud iman yang dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....