DistanKP NTT Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Rote
- 27 Jan 2026 08:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote -Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao guna memperkuat pengembangan sektor pertanian. Fokus koordinasi ini diarahkan pada upaya hilirisasi komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, DistanKP NTT bersama Pemkab Rote Ndao sepakat mendorong hilirisasi tiga komoditas lokal, yakni Padi Gora, Kacang Mbokak, dan bawang merah. Ketiga komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, menyampaikan bahwa komunikasi telah dibangun dengan Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan. Salah satu fokus utama hilirisasi adalah peningkatan kualitas pengemasan agar produk petani lokal dapat masuk ke pasar modern.
“Saya sudah sampaikan ke Wakil Bupati bahwa Rote memiliki potensi pasar, salah satunya komoditas Kacang Mbokak,” ujar Joaz, Sabtu (24/1/2026) di lahan pertanian YAO GMIT Kupang, dilansir dari RoolNews.
Menurut Joaz, pengemasan yang baik akan membuka peluang pemasaran produk lokal ke berbagai gerai, termasuk NTT Mart dan pasar modern lainnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian Rote Ndao.
Sementara itu, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan ketiga komoditas tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, siap bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk mendukung program hilirisasi.
“Saya akan segera berkoordinasi dengan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao terkait dukungan dari DistanKP NTT, baik untuk hilirisasi tiga komoditas tersebut maupun bantuan pertanian,” ujar Apremoi.
Selain rencana hilirisasi, DistanKP Provinsi NTT sebelumnya juga telah memberikan dukungan pengembangan tanaman sorgum seluas 15 hektar di wilayah Daiama, Kecamatan Landu Leko. Dukungan ini dilengkapi dengan penyediaan lahan penangkaran benih sorgum seluas 3 hektar di Bolatena untuk mendukung kemandirian benih.
Kegiatan koordinasi ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin. Kehadiran unsur legislatif dan dinas terkait menjadi bagian dari upaya sinkronisasi program agar hilirisasi dan bantuan pertanian di Kabupaten Rote Ndao dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....