Kepala Badan Karantina Pastikan Kesiapan Impor Sapi

  • 25 Jan 2026 18:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Sumba Timur. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan daerah dalam mendukung program strategis nasional, khususnya rencana pemasukan sapi impor dari Brazil, Jumat (23/1/2026).

Dr. Sahat menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek kesiapan, baik sarana, prasarana, maupun sistem pengawasan karantina, telah dipersiapkan secara optimal. Menurutnya, apabila dalam waktu dekat sapi impor dari Brazil masuk ke Sumba Timur, seluruh pihak terkait diharapkan sudah siap melaksanakan tugas sesuai kewenangannya.

Selain itu, Kepala Badan Karantina Indonesia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas institusi, baik dengan pemerintah daerah maupun instansi vertikal lainnya. Ia menilai sinergi yang telah terbangun, termasuk dengan pemerintah daerah, menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran program tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Sahat juga menyoroti adanya informasi dari masyarakat terkait dugaan penyakit surra pada ternak. Hal ini menjadi perhatian serius pihak karantina untuk segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah, guna memastikan kondisi kesehatan hewan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Waingapu, drh. I Wayan Rudiyasa, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia dilakukan untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana karantina. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendukung tindakan karantina terhadap sekitar 2.000 ekor sapi impor dari Brazil, mulai dari pengasingan, pengamatan, hingga perlakuan guna mencegah masuknya bibit penyakit berbahaya.

Ia menambahkan, pemasukan sapi impor tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan daging nasional. Nantinya, sapi-sapi tersebut akan dialokasikan untuk berbagai keperluan, baik untuk kebutuhan daging lokal maupun nasional, yang akan dikelola sebagai sapi bakalan atau sapi potong, baik dikirim ke Jawa dalam bentuk hewan hidup maupun diolah di Sumba Timur untuk kemudian dikirim dalam bentuk daging," ucapnya. (yb)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....