Bupati Kupang Hadiri Pembukaan Sidang Klasis Fatuleu Timur
- 21 Jan 2026 14:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Samuel Pandie, menghadiri pembukaan Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026. Sidang berlangsung di Gereja GMIT Betel Nunasi, Desa Tanini, Kecamatan Takari, Minggu (18/1/2026).
Pembukaan sidang dilaksanakan dalam ibadah Minggu dan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja GMIT Betel Nunasi. Peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Bupati Kupang, Ketua Sinode GMIT, serta anggota DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi yang baik harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan jemaat dan masyarakat luas.
Ia berharap Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV dapat menghasilkan program-program pelayanan yang tidak hanya memperkuat iman jemaat, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Kupang. “Pemerintah Kabupaten Kupang sudah ada MoU dengan GMIT dalam hal kolaborasi program pembangunan di Kabupaten Kupang dan program pelayanan GMIT di wilayah Kabupaten Kupang karena sejatinya tujuan program pembangunan dan program pelayanan Gereja itu satu yaitu peningkatan derajat kehidupan masyarakat yang didalamnya ada jemaat – jemaat. Karena itu Pemerintah Kabupaten Kupang membuka ruang seluas – luasnya bagi sinergitas program antar Pemerintah Kabupaten Kupang dan Klasis – klasis yang ada di Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.
Bupati Kupang juga mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran berpotensi memengaruhi pelayanan pemerintah kepada masyarakat, termasuk jemaat GMIT. Namun demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meminimalkan dampak tersebut.
Dalam kesempatan itu, Yosef Lede meminta dukungan GMIT untuk bersama-sama memotivasi masyarakat memanfaatkan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang telah melobi pemerintah pusat dan memperoleh berbagai bantuan, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Baru – baru ini kita dapat bantuan untuk pembuatan 700 Hektar tanaman jambu mente yang akan kita alokasikan ke daerah potensial seperti di Fatuleu, disini di Takari dan Amfoang. Jambu mente ini potensi ekonominya besar, dan akan kita kembangkan secara maksimal. Kita juga mengupayakan pengadaan 1 Juta pohon kopi dan jeruk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerah Takari dan Amfoang, yang tentu bukan saja meningkatkan dunia pertanian juga argowisata,” tuturnya.
Ia mengajak para pendeta dan pimpinan gereja untuk terus mendorong jemaat agar mengelola lahan secara produktif. “ Jangan biarkan sejengkal tanah dibiarkan tidak ditanami,” katanya tegas.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, dalam suara gembalanya menyampaikan bahwa setiap persidangan gereja pada hakikatnya adalah sebuah ibadah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama peserta sidang.
“Relasi yang baik dan intens dengan Tuhan serta hubungan yang harmonis antar peserta sidang akan menghasilkan keputusan-keputusan yang berkualitas dan mampu meningkatkan mutu pelayanan di Klasis Fatuleu Timur,” ungkapnya.
Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026 ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Takari, Ketua Majelis Klasis Fatuleu Timur, para pendeta se-Klasis Fatuleu Timur, serta warga jemaat setempat. (DW).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....