Ramadan Jadi Jembatan Toleransi dan Kebersamaan di Kota Kupang
- 08 Mar 2026 14:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang- Bulan suci Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah proses transformasi diri bagi setiap individu yang menjalaninya. Hal ini ditegaskan oleh Bella Puspita, anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang, dalam program obrolan "IRAMA" (Inspirasi Religi dan Makna Ramadan) Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 04 Maret 2026.
Bella membagikan pandangannya mengenai esensi Ramadan bagi generasi muda, khususnya dalam bingkai organisasi mahasiswa. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kualitas spiritual sekaligus kepedulian sosial.
Bagi kader HMI, Ramadan dimaknai sebagai fase pendewasaan dan pembersihan diri. "Ramadan adalah momentum untuk merefleksikan kembali apa yang sudah kita lakukan. Ini adalah saat di mana kita membersihkan diri dari ego dan memperkuat komitmen perjuangan, baik secara spiritual maupun intelektual," ujar Bella.
Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana ibadah puasa mampu melatih empati sosial. Dengan merasakan lapar, seseorang diajak untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang kurang beruntung.
Di Kota Kupang yang dikenal dengan toleransi tingginya, Bella melihat Ramadan sebagai jembatan untuk mempererat silaturahmi antarumat beragama. Nilai-nilai sosial yang muncul selama Ramadan, seperti berbagi takjil atau buka puasa bersama, menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi bersifat universal.
Ia mengajak mahasiswa dan pemuda di Kupang untuk tidak menyia-nyiakan waktu selama bulan puasa. Ia mendorong rekan-rekannya untuk tetap produktif meski sedang berpuasa. "Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, jadikan ini sebagai energi tambahan untuk berbuat baik dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar," tutupnya. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....