IMM NTT Dorong Dakwah Kreatif yang Relevan di Era Gen Z
- 27 Feb 2026 18:51 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum bagi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) NTT untuk menggaungkan syiar agama melalui pendekatan yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda. Ketua Umum DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, dalam wawancaranya bersama RRI Kupang di segmen Takjil Pro2 pada Kamis, 26 Februari 2026, menegaskan bahwa dakwah di era digital bukan sekadar mengubah gaya bicara, melainkan strategi adaptif untuk memastikan pesan kebaikan tetap eksis di tengah banjir konten media sosial.
"Dakwah kreatif ini bukan sekedar gaya baru menyampaikan pesan, tetapi bagaimana kita membumikan nilai Islam dengan gaya kekinian tanpa menyampingkan kedalaman isi pesan tersebut," ujar Kak Cakti dalam program Takjil Pro 2 FM Kupang.
| Baca juga: Dompet Dhuafa NTT Gelar Run To Ramadhan |
Strategi yang diusung IMM NTT meliputi pemanfaatan platform visual dan dialogis yang mampu bersaing dengan konten hiburan lainnya agar pesan moral tetap tersampaikan kepada mahasiswa. Melalui akun media sosial seperti Instagram dan Facebook, para kader didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen narasi dakwah yang mencerahkan dan sejuk.
Program unggulan seperti "IMM Mengaji", Pesantren Ramadan, hingga aksi sosial "Ramadan Berbagi" menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas mahasiswa tidak boleh buta terhadap realitas sosial di Nusa Tenggara Timur. Cakti menjelaskan bahwa integrasi antara nilai keislaman, keilmuan, dan kemasyarakatan adalah kunci utama agar gerakan ini memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekitar, terutama dalam isu pendidikan dan kemiskinan.
Dalam konteks pluralitas di NTT, IMM berkomitmen menghadirkan dakwah yang inklusif dan mengedepankan nilai-nilai toleransi demi menjaga keharmonisan antarumat beragama. Pendekatan ini dilakukan secara persuasif dan dialogis, memastikan bahwa identitas muslim di NTT adalah identitas yang membangun dan merangkul semua golongan tanpa adanya paksaan.
Sebagai penutup, Cakti mengajak seluruh mahasiswa muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai ajang produktivitas dan kolaborasi, bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan yang pasif. Ia berharap gerakan kolektif ini mampu melahirkan perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas bahkan setelah bulan suci berakhir. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....