Ramadan Momentum Penguatan Gerakan dan Ketakwaan IMM NTT

  • 21 Feb 2026 04:45 WIB
  •  Kupang

RRI. CO. ID, Kupang- Bulan suci Ramadan bukan sekadar momen menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah kesempatan besar untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat gerakan organisasi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Timur, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, dalam dialog bertajuk "Obrolan Irama: Inspirasi Religi dan Makna Ramadhan" di RRI Pro 4 Kupang, Kamis 19 Februari 2026.

Bagi Cakti, Ramadan secara universal bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an. Namun, secara organisasi, ia memaknai bulan ini sebagai waktu untuk mengisi ulang daya (recharge).

"Ramadan ini seperti tempat kita mengisi daya ulang, bukan hanya fisik, tetapi juga mental, spiritual, dan gerakan organisasi. Kita belajar bahwa bekerja bukan hanya soal seberapa cepat, tapi seberapa bermakna dan bernilai," ujarnya.

Menanggapi kebiasaan sebagian orang yang lebih banyak tidur saat berpuasa, Cakti mengingatkan para kader IMM dan anak muda pada umumnya untuk tetap produktif. Menurutnya, menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan justru menghilangkan nilai dari ibadah tersebut.

Untuk menjaga stamina, ia membagikan tips pola konsumsi air minum. "Kita perlu menjaga ritme, mencukupkan kadar air 8 hingga 10 gelas sehari yang dibagi saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap fit selama menjalankan aktivitas organisasi," tambahnya.

DPD IMM NTT telah menyiapkan berbagai agenda untuk memeriahkan bulan suci ini di seluruh cabang se-NTT. Beberapa program prioritas tersebut antara lain, Safari Ramadan ke berbagai daerah, Ramadan Berbagi untuk sesama, dan Pesantren Ramadan bagi kader dan mahasiswa.

Sebagai organisasi yang tumbuh di wilayah dengan keberagaman tinggi seperti NTT, Cakti menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan. Di Universitas Muhammadiyah Kupang misalnya, banyak mahasiswa non-Muslim yang ikut merasakan nuansa Ramadan, sehingga ini menunjukkan rasa toleransi yang tinggi.

"NTT ini tanah toleransi, 'Nusa Terindah Toleransi'. Kami mengajak teman-teman non-Muslim terlibat dalam kegiatan kebersamaan seperti bagi-bagi takjil dan diskusi lintas iman. Kita kedepankan pendekatan kemanusiaan, bukan ritual ibadahnya," tegasnya.

Cakti juga mengajak seluruh kader Imawan dan Imawati untuk konsisten beribadah dan terus berkarya. Ia berharap semangat kebaikan yang dibangun selama Ramadan dapat berlanjut secara istikamah di bulan-bulan lainnya.

"Mari kita sambut Ramadan dengan penuh keberkahan dan komitmen. Fastabiqul khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan. Jangan pernah berhenti bergerak maju untuk memajukan ikatan dan masyarakat NTT," pungkasnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....