Mengintip TRIONDA, Bola Resmi Piala Dunia 2026

  • 29 Mei 2026 08:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Demam Piala Dunia kembali melanda pencinta sepak bola di seluruh dunia menjelang Piala Dunia turnamen akbar yang akan berlangsung pertengahan tahun ini. Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah peluncuran bola resmi pertandingan (Official Match Ball) bernama TRIONDA.

Diproduksi oleh jenama olahraga raksasa Adidas, si kulit bundar ini dirancang khusus untuk memenuhi standar performa tertinggi sekaligus menjadi simbol persatuan dari format turnamen baru yang melibatkan lebih banyak negara.

Nama TRIONDA sendiri diambil dari perpaduan bahasa Inggris "Tri" (tiga) dan bahasa Spanyol "Onda" yang berarti "tiga gelombang". Penamaan ini merupakan penghormatan langsung bagi tiga negara yang mencetak sejarah sebagai tuan rumah bersama edisi kali ini, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Desain visual TRIONDA sangat mencolok dengan skema warna merah, hijau, dan biru yang melambangkan identitas bendera masing-masing negara. Tak ketinggalan, jika dilihat dari dekat, bola ini dihiasi ikonografi khas seperti daun mapel Kanada, kepala elang emas Meksiko, serta bintang dari Amerika Serikat.

Di luar desain visualnya yang sarat makna budaya, TRIONDA membawa revolusi besar dari sisi teknik manufaktur. Berbeda dari bola-bola edisi terdahulu, struktur luar TRIONDA hanya menggunakan konfigurasi empat panel (four-panel construction) yang disatukan melalui metode thermal bonding (rekat tanpa jahitan).

Ini adalah jumlah panel paling sedikit dalam sejarah bola resmi Piala Dunia. Pengurangan jumlah panel ini menghasilkan jahitan yang sengaja dibuat lebih dalam untuk menciptakan aerodinamika permukaan yang ideal, sehingga bola memiliki stabilitas jalur terbang yang sangat konsisten saat melesat di udara.

Daya tarik utama yang membuat TRIONDA dijuluki sebagai "bola dari masa depan" terletak pada komponen internalnya yang canggih. Adidas menanamkan sensor gerak inertial measurement unit (IMU) berkekuatan 500Hz tepat di dalam salah satu lapisan panelnya. Teknologi connected ball ini mampu mengirimkan data pergerakan, kecepatan, arah putaran, hingga momen sentuhan terkecil pemain secara real-time ke ruang Video Assistant Referee (VAR) sebanyak 500 kali per detik.

Uniknya, karena mengoperasikan sistem pelacakan digital yang masif, bola pertandingan ini membutuhkan pengisian daya (charging) hingga penuh sebelum digunakan agar baterai sensornya dapat bertahan selama minimal 6 jam di lapangan.

Melalui integrasi sensor internal bola dan belasan kamera pemantau berkecepatan tinggi yang dipasang di sekeliling stadion, perangkat pertandingan kini dapat menganalisis keputusan krusial seperti offside ketat, pelanggaran handball, hingga klaim gol melewati garis gawang dengan akurasi hitungan milidetik.

Kehadiran TRIONDA di lapangan hijau dipastikan tidak hanya memanjakan mata para suporter lewat visualnya yang apik, tetapi juga membantu meminimalkan kontroversi wasit demi menghadirkan jalannya pertandingan yang lebih adil dan modern di panggung sepak bola tertinggi sejagat. (RN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....