Kadin: Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Daerah
- 16 Jul 2026 16:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mencatat, penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan hasil kajian KADIN, total perputaran ekonomi selama rangkaian turnamen diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,03 triliun.
Berdasarkan rilis yang dihimpun rri, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, dampak pertumbuhan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha kecil dan menengah di daerah Provinsi, dan Kabupaten-Kota. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti berbagai aktivitas terkait Piala Dunia membuka peluang usaha bagi sektor perhotelan, restoran, kafe, industri kreatif, penyedia jasa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kegiatan olahraga berskala dunia terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujar Kukrit dalam keterangannya, Rabu, 15 Juli 2026. Kajian KADIN menunjukkan sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp2,4 triliun.
| Baca juga: Spanyol Pecahkan Tiga Rekor Dunia |
Sementara itu, aktivitas promosi dan iklan melalui siaran mencapai sekitar Rp1,76 triliun, sedangkan kegiatan komersial di luar siaran menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp850 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kinerja sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan nonton bareng (nobar). Sebanyak 78,1 persen responden mengaku mengikuti sedikitnya satu kegiatan nobar selama turnamen berlangsung.
Rata-rata pengeluaran masyarakat tercatat sekitar Rp51 ribu untuk setiap kegiatan nobar atau sekitar Rp145 ribu selama berlangsungnya turnamen. Pengeluaran tersebut didominasi pembelian makanan, minuman, dan paket data internet.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad mengatakan, pola belanja tersebut membuat pelaku UMKM menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama Piala Dunia. Selain memberikan dampak ekonomi, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga meningkatkan citra TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia.
Hasil survei menunjukkan 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan TVRI, sementara 73 persen mengaku bangga dengan penyiaran yang dilakukan. Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan keberhasilan penyiaran Piala Dunia bukan hanya menghadirkan tayangan berkualitas, tetapi juga mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan selama Piala Dunia FIFA 2026.
Kondisi terpantau rri juga terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Geliat ekonomi cukup tinggi, dan masyarakat ramai menyaksikan siaran pesta bola dunia di Halaman TVRI NTT sambil menikmati sajian umkm berupa kopi, the, dan minuman ringan sejenisnya, serta pangan lokal.
Harapnya, suasana nonton bareng yang ikut menghadirkan UMKM, terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (rlstvri/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....