POBSI NTT Ingin Atlet Terpilih Berdasarkan Prestasi

  • 04 Jun 2026 12:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan atlet yang profesional, transparan, dan berbasis prestasi. Salah satu langkah yang didorong adalah menghadirkan pelatih berkualitas serta menerapkan proses seleksi atlet yang objektif menjelang berbagai agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum POBSI NTT, Adrian Manafe, saat pelantikan dan pengukuhan pengurus POBSI NTT di Kupang. Menurut Adrian, NTT memiliki banyak atlet biliar berbakat yang berpotensi bersaing di tingkat nasional. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pembinaan yang lebih terstruktur dan pendampingan dari pelatih yang berpengalaman.

POBSI NTT, Adrian Manafe, saat pelantikan dan pengukuhan pengurus POBSI NTT di Kupang.

"Kami berharap mendapat dukungan dari PB POBSI untuk menghadirkan pelatih yang berkualitas. Untuk pembiayaan, kami siap mendukung karena pelatih yang baik sangat penting untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet NTT," ujarnya.

Adrian menilai atlet-atlet biliar NTT memiliki kemampuan dasar yang tidak kalah dengan daerah lain. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, dan pengalaman kompetisi.

"Banyak atlet yang memiliki kemampuan bagus, hanya saja belum mendapatkan pembinaan yang optimal. Potensi mereka sangat besar dan perlu dipoles agar bisa tampil maksimal," katanya.

Selain peningkatan kualitas pembinaan, Adrian juga menyoroti pentingnya proses seleksi atlet yang independen dan bebas dari kepentingan tertentu. Ia berharap PB POBSI dapat membantu menghadirkan tim selektor dari luar daerah guna memastikan proses penjaringan atlet berlangsung secara objektif.

Menurutnya, kehadiran tim seleksi independen akan memperkuat kepercayaan atlet terhadap hasil seleksi sekaligus menghindari polemik yang kerap muncul dalam proses penentuan atlet.

"Kami ingin tim seleksi datang dari luar daerah supaya benar-benar fair. Atlet yang berangkat harus mereka yang memiliki kemampuan dan prestasi terbaik, bukan karena faktor lain," ujar Adrian.

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga modern harus mengedepankan merit system, di mana setiap atlet memperoleh kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya.

Dengan dukungan pelatih berkualitas dan sistem seleksi yang objektif, POBSI NTT optimistis mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing pada ajang yang lebih tinggi di masa mendatang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pengprov POBSI NTT membangun ekosistem olahraga biliar yang sehat, profesional, dan berorientasi pada prestasi. (As)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....