Koni NTT Mengharapkan Atlet Menjadi Seorang Entrepreneur

  • 03 Jul 2025 16:59 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Koni Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan Wakil Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof. Christina Whidya Utami membekali atlet, pengurus, dan pelatih-wasit menjadi seorang Entrepreneur atau pengusaha sebelum memasuki masa pensiun. Kehadiran Prof. Christina Whidya Utami selaku Wakil Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Mitra Pengembangan Koni Jawa Timur membekali para atlet, pelatih, wasit, maupun pengurus KONI NTT menjadi seorang pengusaha ketika berada pada masa pensiun, karena sangat berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

“Kami ingin mengseringkan pengalaman kami dan kemudian mengajak dan mengapresiasi atlet dan pengurus kemudian pelatih KONI di NTT yang akan memasuki masa purna tugas untuk dilatih menjadi seorang entrepreneur,” ujar Prof. Christina Whidya Utami di Aula Koni NTT, Kamis (3/7/2025). Menurut Prof. Christina Utami, khusus kepada atlet memiliki usia produktif yang singkat antara 30-35 Tahun sudah pensiun.

Harapannya, saat pensiun tetap berkontribusi menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha. Ia mencotohkan atlet bisa menjadi penjual perlengkapan olahraga dan ataupun yang lainnya, karena memiliki jaringan ditingkat nasional saat bertanding atau pun lainnya.

“Seorang atlet itu sebenarnya sudah memiliki spirit yang relatih ya dari seorang entrepreneur. Mereka punya konsisten, daya juang dan sebenarnya itu adalah menjadi daya juang dan bekal mereka untuk sukses menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) NTT, Boby Liyanto pada kesempatan yang sama menuturkan, Kadin sangat mendukung dan mensuport atlet maupun pelatih atau pun pengurus yang memasuki masa pensiun ingin menjadi pengusaha. Menurut Boby Liyanto, Kadin NTT siap mementori mereka jika ingin menjadi seorang pengusaha.

“Kami dari Kadin NTT siap untuk mensuport dan mendukung karena kita tahu bahwa betapa banyak atlet-atlet yang sudah pensiun yang bagaimana nasib mereka. Tetapi kalau mereka sudah dibekali dengan pelajaran entrepreneur ship dan bahkan melalui ini mereka mendapatkan sertifikasinya maka mereka mendapatkan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan bisa memulai usaha mereka,” kata Boby kepada RRI.

Mewakili Ketua Umum KONI NTT, Sekertaris Lambertus Ara Tukan berharap, para atlet, pelaith, wasit-juri, maupun pengurus yang mendapat penghargaan finansial, dapat memanfaatnya sebagai modal usaha saat memasuki masa pensiun. Menurut Lambert Tukan, masih banyak atlet pensiun belum menjalakan motivasi tersebut dan lebih pada konsumtiv.

“Dengan pertemuan ini diharapkan, baik pengurus olahraga Koni terutama atlet, pelatih, dan wasit yang telah mendapat penghargaan dari pemerintah maupun dari siapa saja terutama berupa penghargaan berupa finansial. Dan diharapkan dengan penghargaan itu digunakan menjadi orang-orang yang bisa bergerak di dunia usaha,” ujar Lamber Tukan.

Doktor olahraga asal Unkris Kupang, Johni Lumba selaku Pengurus Koni NTT pada kesempatan yang berharap, dialog motivasi ekonomi kepada atlet, pelatih, wasit, dan pengurus olahraga di Aula Koni NTT, Kamis (3/7/2025) menjadi bekal yang harus dimulai dari saat ini. Karena menurutnya, banyak atlet maupun pelatih atau wasit ketika menerima bonus jarang memanfaatkannya sebagai modal usaha. (alotani).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....