Data PISA 2025 : 24 Persen Siswa Indonesia Jadi Korban Perundungan di Sekolah
- 28 Sep 2026 18:18 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perilaku dan keberhasilan akademik siswa sangat dipengaruhi oleh suasana sekolah. Lingkungan yang kondusif, tertib, dan aman menciptakan rasa nyaman yang mendorong efektivitas belajar.
Sebaliknya, perundungan fisik maupun siber dapat secara bertahap merusak rasa aman dan melemahkan keterikatan siswa dengan lingkungan sekolahnya. Hasil riset PISA 2025 berupa data oleh OECD menunjukkan fakta memprihatinkan: sekitar 20% murid di negara-negara OECD kerap menjadi korban bullying setidaknya beberapa kali dalam sebulan.
Anak laki-laki dari latar belakang sosial-ekonomi lemah menjadi kelompok yang paling rentan terpapar perundungan ini jika dibandingkan dengan murid perempuan atau mereka yang lebih beruntung secara ekonomi. Hasil riset PISA 2025 oleh OECD menunjukkan fakta memprihatinkan: sekitar 20% murid di negara-negara OECD kerap menjadi korban bullying setidaknya beberapa kali dalam sebulan.
Anak laki-laki dari latar belakang sosial-ekonomi lemah menjadi kelompok yang paling rentan terpapar perundungan ini jika dibandingkan dengan murid perempuan atau mereka yang lebih beruntung secara ekonomi. Di Indonesia, hampir seperempat responden siswa (24,1%) pernah mengalami perundungan.
Ejekan verbal dialami oleh 15,2% siswa dan rumor buruk menimpa 11,6% di antaranya. Sementara itu, kasus penyebaran informasi pribadi tanpa konsen secara daring dialami oleh 7% siswa, menjadikannya kasus terbanyak ketujuh di dunia.
Gambaran perundungan di lingkungan pendidikan Indonesia menunjukkan skala yang cukup mengkhawatirkan, dengan 24,1% siswa mengaku pernah mengalaminya. Kasus yang paling marak ditemui adalah perundungan verbal dalam bentuk ejekan (15,2%) dan desas-desus palsu (11,6%).
Tidak berhenti di dunia nyata, ancaman juga merambah ke ranah digital melalui pembocoran informasi pribadi tanpa izin yang dialami oleh 7% siswa, posisi yang menempatkan Indonesia di urutan ketujuh dunia. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....