Presiden Prabowo Bantu 28 Ekor Sapi Kurban di NTT, Berasal dari Peternak Lokal
- 26 Mei 2026 18:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden RI Prabowo Subianto memberikan bantuan 28 ekor sapi kurban bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Idul Adha 1447 Hijriyah. Bantuan tersebut telah disebarkan ke 22 kabupaten/kota sementara satu ekor diperuntukkan bagi Pemprov NTT.
"Pemerintah Pusat, dalam hal ini Bapak Presiden Prabowo sudah memberikan bantuan 28 ekor sapi bagi Provinsi NTT untuk disebarkan ke 22 kabupaten/kota dan juga satu ekor khusus di provinsi," kata Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Drh. Melky Angsar, ketika ditemui RRI di ruang kerjanya Selasa, 26 Mei 2026.
Drh. Melky menjelaskan dari 28 ekor ini, sapi kurban yang diberikan Pemprov NTT akan diserahkan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, di Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Kupang, Rabu 27 Mei 2026. Ia mengatakan, sapi kurban yang diberikan itu beratnya 1,1 ton yang merupakan persilangan antara sapi FH (Friesian Holstein) dengan sapi Simmental.
Sapi bantuan Presiden RI yang sudah disalurkan ke kabupaten/kota itu berkisar 1-2 ekor. 1 ekor memiliki bobot 800-1.000 kg sementara dua ekor lainnya berbobot 500 kg. Selain itu, Pemprov NTT melalui Gubernur NTT juga telah memberikan 23 ekor sapi yang sudah didistribusikan ke 22 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, 1 ekor akan diserahkan oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, di Masjid Kota Kupang, Rabu 27 Mei 2026. Ia mengungkap, bantuan sapi kurban Presiden RI dan Gubernur NTT itu diambil langsung dari masyarakat lokal.
Hal ini dilakukan untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku. Sebab, berdasarkan instruksi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, NTT tidak diperkenankan untuk menerima sapi, kambing, domba, dan babi dari luar provinsi.
"Jadi sampai saat ini sapi-sapi kurban semua itu dari warga lokal kebanyakan diambil dari Pulau Timor sehingga ada beberapa kabupaten yang sapinya tidak ada yang besar, kita harus dikirim dari Pulau Timor, misalnya Kabupaten Kupang ke Manggarai dan daerah lainnya" ujarnya.
Plt.Kadis Peternakan NTT ini juga menuturkan bahwa ada pun kriteria-kriteria hewan kurban yang diambil dari warga lokal yakni: sehat, tidak cacat, memiliki alat kelamin lengkap, tanduknya tidak patah, dan berkelamin jantan. Sapi-sapi yang akan dipotong itu telah dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui penyakit -penyakitnya.
Pasca pemeriksaan, Dinas Peternakan NTT akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewan serta menimbang berat badan sapi. Dinas juga menjamin pemotongan di Rumah Potong Hewan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Sebab, berdasarkan rapat bersama lewat zoom semua para medik/dokter hewan diperintahkan untuk memastikan bahwa seluruh hewan kurban itu bebas penyakit. Bahkan seusai pemotongan, petugas kesehatan hewan juga akan dikerahkan untuk memeriksa lagi organ-organ dari hewan tersebut untuk memastikan kelayakan dagingnya.
Terkhusus Kota Kupang akan dikerahkan 210 orang di 92 Masjid untuk mengawasi pemeriksaan hewan dan kualitas daging sehingga daging yang dibagikan ke masyarakat itu aman, sehat, utuh, dan halal.
Lebih lanjut Drh. Melky Angsar mengajak seluruh masyarakat NTT untuk bersama-sama melaksanakan perayaan Idul Adha 1447 H ini dengan hati yang gembira. Menurutnya, momen tersebut merupakan bagian dari berbagi sukacita kepada sesama.
Ia berharap, daging kurban yang dibagikan ke masyarakat benar-benar sehat, sehingga orang-orang yang mengonsumsinya juga merasakan sucakita dan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....