Peringatan HLUN ke-30, Mensos Paparkan 3 Pilar Bangun SDM Via DTSEN

  • 31 Mei 2026 20:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan tiga pilar strategis pemerintah membangun SDM menuju kemandirian ekonomi: data akurat, sasaran tepat, dan Sekolah Rakyat. Hal itu disampaikan saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 dan kolaborasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional 2026 di Aula El Tari Kupang, Minggu 31 Mei 2026.

“Data yang jujur dan terbuka jadi fondasi. Setelah itu terus kita perbaiki bersama. Ada 3 hal yang tidak boleh ada di Sekolah Rakyat: kekerasan seksual dan fisik, bullying, intoleransi. Juga tidak boleh ada korupsi dan pungutan liar,” ujar Mensos.

Mensos memaparkan, secara nasional ada 93 titik Sekolah Rakyat dalam proses pembangunan dan 7 titik lelang. Khusus NTT, Sekolah Rakyat Menengah Pertama SRMP 19 Kupang sudah dibangun di Kabupaten Kupang. Sekolah itu jadi wujud keberpihakan Presiden Prabowo Subianto bagi keluarga yang belum tersentuh pembangunan.

Kepala SRMP 19 Kupang Felipina A. Kale menyebut 100 siswanya 100% masuk Desil 1 dan 2 DTSEN. Mayoritas orang tua berprofesi petani penggarap dan tinggal di lahan bukan milik sendiri. Siswa berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Kupang dan dijaring ketat melalui pendampingan PKH.

“Pendampingan kami tidak hanya akademik, tapi juga psikososial. Anak-anak ini punya potensi besar, hanya butuh kesempatan. Ini panggilan pengabdian kami untuk NTT,” ujar Felipina.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, data SUPAS menunjukkan struktur penduduk NTT didominasi generasi muda: 27,21% Gen Z, 23,04% milenial, 24% post-Gen Z. Lansia 60+ belum 10%, sehingga NTT belum masuk fase aging population.

Meski begitu, DTSEN April 2025 mencatat 627.404 lansia di NTT. 71,86% jadi kepala keluarga dan 50,49% masih aktif bertani. Sisi positifnya, 91,11% lansia sudah punya PBI JKN.

BPS juga mensosialisasikan Sensus Ekonomi Juni 2026 dengan 251 ribu petugas. “Tiga kunci suksesnya: terima petugas baik-baik, jawab benar dan tepat, data dijamin rahasia,” kata Amalia.

Gubernur NTT menekankan akurasi DTSEN jadi rujukan utama penanggulangan kemiskinan. “Kami terus perbarui data agar tidak ada rakyat miskin yang luput. Kabupaten Kupang patut berbangga, kabupaten/kota lain harus menyusul,” tegasnya.

Acara dihadiri Wagub NTT Johni Asadoma, Forkopimda NTT, Bupati/Wali Kota se-NTT, Kepala BPS NTT, serta guru dan orang tua siswa SRMP 19 Kupang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....