Kemendikdasmen Komitmen Wujudkan Lingkungan Pendidikan Sehat Aman Berkualitas

  • 08 Mei 2026 14:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Sebagai capaian tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berhasil menuntaskan 576 sekolah hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan dan menyalurkan 9.019 Interactive Flat Panel (IFP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program revitalisasi tahun 2025 di NTT diselesaikan dengan total anggaran lebih dari Rp589 miliar, dengan mencakup 43 PAUD, 234 SD, 174 SMP, 64 SMA, 44 SMK, 9 SLB, dan 8 PKBM.

“Selain membangun dan merenovasi gedung sekolah, kami juga mendistribusikan 9.019 IFP guna mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di NTT yang mencakup 907 PAUD, 5.244 SD, 1.870 SMP, 609 SMA, 306 SMK, 49 SLB, 16 SKB, dan 18 PKBM,” Kata Abdul Mu’ti Selasa (5/5/2026).

Capaian program tersebut, dijelaskan Menteri Mu’ti sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Lebih lanjut, mengutip arahan Presiden Prabowo di SMAN 1 Cilacap akhir April lalu bahwa di tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia ditargetkan sudah mendapatkan revitalisasi.

“Kami optimistis bahwa melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan karakter, NTT dapat menjadi salah satu motor kebangkitan pendidikan nasional. Seperti halnya matahari yang selalu terbit pagi dari timur, semoga kebangkitan pendidikan juga dapat dimulai dari NTT,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen terhadap program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di NTT. Menurutnya, capaian 576 satuan pendidikan dan 9.019 IFP tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerahnya.

“Apa yang dilakukan oleh murid kita yaitu Verona Keren Balol sangat menyentuh sisi emosional dan memperkuat pesan pendidikan di NTT. Tentunya hal itu sejalan dengan arahan Mendikdasmen pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mendorong pemanfaatan seni dan budaya sebagai media pembelajaran,” ungkapnya.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mengembangkan pendidikan berbasis tiga pilar utama, yaitu kualitas akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan. (humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....