Sepuluh Negara Tujuan Utama Ekspor Buah Tropis Indonesia

  • 12 Okt 2025 11:22 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Berada dipelukan garis khatulistiwa membuat Indonesia tak henti-hentinya memanen harta karun berupa buah-buahan tropis segar yang melimpah ruah sepanjang tahun. Dari raja buah durian dan ratu buah manggis, hingga keunikan rambutan yang eksotis, semuanya tumbuh subur.

Lebih dari sekadar memenuhi meja makan lokal, komoditas ini adalah roket pendorong yang melejitkan Indonesia sebagai raksasa produsen dan eksportir buah tropis yang disegani dunia. Lantas, ke manakah kekuatan rasa Indonesia ini mengirimkan produk andalannya?

Data ekspor buah tropis Indonesia pada 2023, yang dirilis oleh Observatory of Economic Complexity (OEC), mengungkap dominasi pasar Asia Timur. Tiongkok memimpin secara telak sebagai pelanggan terbesar dengan nilai pembelian fantastis, mencapai US$95,3 juta, diikuti ketat oleh Hong Kong dengan US$55,3 juta.

Melompat ke Timur Tengah, Uni Emirat Arab (UEA) mengunci posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$6,24 juta. Peta ekspor menjadi semakin menarik dengan masuknya Prancis di urutan keempat, mencatat nilai US$1,53 juta, disusul oleh Singapura yang mengamankan posisi kelima dengan US$1,32 juta.

Arab Saudi (US$1,21 juta) dan Malaysia (US$0,99 juta) berturut-turut mengisi peringkat keenam dan ketujuh. Daftar ini dilengkapi oleh Kuwait (US$0,761 juta), yang hanya tipis di atas dua negara Eropa, Belanda (US$0,757 juta) dan Jerman (US$0,723 juta), yang menutup daftar sepuluh besar destinasi buah tropis andalan Nusantara.

Sementara buah topis Indonesia yang banyak dipanen menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas pisang mendominasi produksi buah tropis nasional pada tahun 2024 dengan volume panen yang signifikan, mencapai 92,6 juta kuintal. Posisi kedua ditempati oleh mangga dengan total produksi 33,02 juta kuintal, sedangkan nanas berada di urutan ketiga dengan capaian 27,41 juta kuintal.

Menempati urutan keempat dan kelima masing-masing diisi oleh jeruk siam (24,48 juta kuintal) dan salak (20,94 juta kuintal). Selanjutnya, durian menduduki peringkat keenam dengan produksi sebesar 19,62 juta kuintal.

Melengkapi daftar sepuluh besar produksi tertinggi, terdapat pepaya (12,07 juta kuintal), rambutan (9,69 juta kuintal), alpukat (9,20 juta kuintal) dan nangka (8,68 juta kuintal). (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....