PELNI Group Distribusikan Bantuan TJSL bagi Korban Gempa Flores lewat KM Tidar

  • 22 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban terdampak gempa M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur dari Pelabuhan Makassar, Selasa, 18 Agustus 2026. Barang bantuan gabungan yang diangkut KM Tidar dari Surabaya akan tiba di Maumere, Rabu 19 Agustus 2026 malam.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI Hana Suhardi mengatakan, bantuan TJSL dari PELNI Group ini merupakan bentuk perhatian Perusahaan untuk para korban gempa NTT yang saat ini bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Ia mengungkapkan, melalui bantuan TJSL tersebut, pihaknya ingin memperlihatkan bahwa armada kapal PELNI tidak sekadar sebagai sarana transportasi, tetapi juga ikut berperan pada misi kemanusiaan.

"Semoga bantuan yang diberikan oleh TJSL PELNI Group ini dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita di NTT,” kata Hana.

Bantuan yang diangkut melalui KM Tidar berasal dari berbagai pihak, antara lain PELNI Group melalui anak usaha PELNI, yaitu PT Sarana Bandar Nasional (SBN) dan PT Pelita Indonesia Djaya (PID), serta dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI. Selain itu, bantuan juga berasal dari Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia.

Bantuan yang diberangkatkan dari Makassar terdiri atas 226 koli dari Pusat Kemanusiaan Sulawesi Selatan Yayasan Muslim Asia, 30 koli dari TJSL PELNI, 13 koli dari SBN, serta 12 koli dari PID. Total bantuan yang dimuat mencapai 281 koli.

Adapun bantuan yang diangkut mencakup berbagai kebutuhan pribadi di antaranya makanan dan air minum dalam kemasan, susu bayi, popok, perlengkapan mandi, kasur, emergency lamp, paket perlengkapan sekolah, terpal, serta tenda.

Hana menuturkan bahwa PELNI juga berkoordinasi dengan Pelindo, KSOP, dan pemangku kepentingan setempat untuk membuka posko penerimaan bantuan di sejumlah kantor cabang yang berada di rute pelayaran kapal PELNI. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan, lembaga, maupun komunitas yang mau berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi perusahaan, lembaga maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan. PELNI siap mendukung dari sisi konektivitas dan distribusi melalui jaringan pelayaran yang kami miliki, sehingga bantuan dapat bergerak dari daerah asal menuju wilayah yang membutuhkan,” ucapnya.

Untuk di Makassar, posko penerimaan bantuan PELNI berada di area Pelabuhan Makassar dan dibuka dengan berkoordinasi bersama Pelindo dan KSOP setempat. Mekanisme pengiriman bantuan mengikuti jaringan pelayaran kapal PELNI dan pelabuhan yang menjadi tujuan maupun persinggahan kapal.

Bantuan yang diberangkatkan menggunakan KM Tidar dijadwalkan tiba di Pelabuhan Lorens Say, Maumere pada Rabu, 19 Agustus 2026. Setibanya di Maumere, proses penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar bantuan diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Hana berharap bantuan tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang saat ini sedang melalui masa pemulihan. "PELNI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengoptimalkan peran serta jaringan yang kami miliki untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak,” tutur Hana.

Melalui dukungan jaringan pelayaran yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, PELNI terus berkomitmen untuk hadir tidak hanya dalam menjalankan fungsi transportasi laut, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung mobilisasi bantuan dan memperkuat konektivitas kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Semetara itu kepala Cabang PT. Pelni Cabang Kupang, Teguh Harisetiadi mengatakan bahwa PELNI terus mengoptimalkan jaringan pelayarannya untuk mendukung mobilisasi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa. Setelah pengangkutan bantuan dari Makassar menuju Maumere, KM. Tidar juga di jadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada tanggal 20 Agustus 2026 pukul 22.00 Wita.

“Dengan adanya jadwal pelayaran KM. Tidar dari Pelabuhan Tenau Kupang pada tanggal 20 Agustus 2026 dan akan tiba di Pelabuhan maumere tanggal 21 Agustus 2026, kami kembali membuka ruang bagi berbagai pihak yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT,"” ujar Teguh.

Teguh menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk mendukung proses mobilisasi bantuan melalui jaringan pelayaran PELNI dengan tetap berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait, sehingga bantuan bisa diangkut secara tertib dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ia menambahkan, PELNI akan terus berkoordinasi dengan Pelindo, KSOP, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses penerimaan dan pengangkutan bantuan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan jadwal dan rute pelayaran kapal.

Lebih lanjut Teguh berharap, konektivitas yang dimiliki PELNI dapat terus dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya kemanusiaan. Kehadiran KM. Tidar di Pelabuhan Tenau Kupang pada tanggal 20 Agustus 2026 menjadi salah satu kesempatan untuk memperkuat mobilisasi bantuan.

Selain itu, menunjukkan bahwa transportasi laut dapat mengambil peran penting dalam mendukung masyarakat yang sedang berada dalam masa pemulihan pasca bencana.

Tentang PELNI

PELNI merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini juga mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....