Tahu Isun, Membawa Cita Rasa Banyuwangi ke Kupang lewat Tahu Walik Sambal Petis

  • 22 Jul 2026 09:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perjalanan usaha kuliner Tahu Isun di Kota Kupang menjadi bukti kegigihan dalam mengenalkan cita rasa Nusantara di Tanah Flobamora. Didirikan oleh Ahmad Haris, usaha ini berawal dari keberanian menyajikan kuliner olahan tahu khas Banyuwangi yang berani tampil beda di tengah tingginya persaingan pasar lokal.

Kepada RRI dalam wawancara Muda Kreatif pada Selasa, 21 Kuli 2026 di RRI Pro2, mengusung filosofi penamaan yang unik, nama usaha ini diambil dari bahasa daerah asal sang owner untuk memberikan sentuhan personal pada usahanya. "Kalau Isun ini saya ngambil nama bahasa daerah asli Banyuwangi, jadi Isun itu artinya saya," ujar Ahmad Haris saat menceritakan latar belakang penamaan usahanya.

Daya tarik utama dari Tahu Isun terletak pada menu Tahu Walik yang renyah dan disajikan secara otentik menggunakan olahan sambal petis. Menu ini dipadukan dengan varian tahu sayur segar serta aneka pelengkap seperti bakso dan minuman penyegar untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Keunikan penyajian Tahu Walik ini sengaja dipertahankan sebagai identitas utama usaha agar masyarakat Kupang dapat menikmati sensasi kuliner yang berbeda. "Tahu Walik ini memang makanan khas Banyuwangi, kita sengaja bawa ke sini untuk memperkenalkan dengan suguhan sambal petis," tutur Mas Ahmad Haris mengenai kekhasan produknya.

Meski sempat menghadapi tantangan karena lidah masyarakat Kupang belum terbiasa dengan rasa petis, Ahmad Haris memilih tetap mempertahankan identitas produknya. Ia bahkan menjadikan masukan pelanggan sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki pelayanan dan kualitas menu.

Meski kini makin dikenal, perjalanan Tahu Isun tidak lepas dari dinamika pasang surut usaha, mulai dari kendala operasional, perubahan lokasi jualan, hingga penyesuaian strategi pemasaran digital. Kegigihan untuk tetap konsisten menjaga kualitas rasa dan menerima masukan konsumen menjadi kunci utama dalam mempertahankan kelangsungan bisnis kulinernya.

"Kalau kita berharap sempurna di awal itu tidak mungkin. Semua masukan pelanggan kami catat, kami evaluasi, tetapi untuk tahu walik, sambal petis tetap kami pertahankan karena itu ciri khas kami," jelasnya.

Keberanian mengambil risiko dan komitmen tinggi mendorong Tahu Isun untuk terus beradaptasi dengan memanfaatkan platform media sosial guna menjangkau pelanggan baru di Kota Kupang. "Masa naik turun itu kita adaptasi, kunci utamanya rasa jangan berubah, konsisten, terus memanfaatkan media sosial," jelas Ahmad Haris menyoroti strategi bertahan usahanya.

Kini, Tahu Isun hadir melayani para penikmat kuliner di kawasan Terminal Kupang (samping Toko Seni Kupang) dengan konsep tempat santai yang merakyat. Melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah, usaha ini diharapkan tidak hanya mampu menyokong ekonomi keluarga tetapi juga membawa dampak positif bagi kemajuan UMKM di Kota Kupang. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....