Masakan Rebusan Terenak Indonesia versi TasteAtlas 2026
- 21 Jun 2026 18:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kekayaan kuliner Indonesia tercermin dari banyaknya teknik memasak yang digunakan, seperti menggoreng, merebus, hingga memanggang. Di antara berbagai metode tersebut, stew menjadi salah satu teknik yang sangat digemari.
Metode ini dilakukan dengan cara merebus bahan-bahan dalam waktu lama hingga menghasilkan masakan berkuah. Biasanya, hidangan stew didominasi oleh potongan besar daging dan sayuran.
Proses perebusan yang lambat sengaja dilakukan agar airnya menyusut, sehingga bumbu dan sari makanan bisa meresap dengan sempurna. Alhasil, kuah stew cenderung lebih kental daripada sup pada umumnya, apalagi sering kali ada tambahan bahan pengental seperti tepung maizena.
Menurut rilis TasteAtlas 2026, gulai sukses memimpin sebagai kuliner rebusan terfavorit di Indonesia dengan rating 4,3. Sering disebut sebagai karinya Indonesia, hidangan pedas asal Sumatra ini terkenal dengan kuah santan kaya rempah.
Isiannya pun sangat variatif, meliputi daging, jeroan, seafood, hingga sayuran. Hebatnya, kelezatan gulai ini bisa dinikmati oleh siapa saja karena tersedia mulai dari kelas kaki lima hingga restoran.
Tak kalah dari gulai, rendang juga sukses mengantongi rating sebesar 4,3. Kuliner khas Minangkabau, Sumatra Barat ini sangat identik dengan cita rasa pedas serta waktu pengolahan yang memakan waktu cukup lama.
Berkat keunikan rasa dan teksturnya, rendang kini diakui secara global sebagai salah satu makanan paling lezat di dunia. Berada di urutan ketiga dengan skor 4, gulai ayam menjadi hidangan rebusan favorit berikutnya.
Sama-sama berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat, masakan ini sangat aromatik karena memadukan santan dan rempah-rempah yang dimasak perlahan. Racikan bumbunya terdiri dari kunyit, ketumbar, cengkih, jintan, kapulaga, kayu manis, serai, lengkuas, hingga kelapa sangrai.
Rasanya pun bervariasi di setiap daerah, versi Jawa cenderung lebih manis dan lembut, sementara versi Minang terkenal lebih pedas dan kaya rempah. Diurutan empat, Opor Ayam, kuliner yang diyakini lahir di tanah Jawa ini memadukan gurihnya santan dengan racikan rempah aromatik, seperti serai, lengkuas, kayu manis, ketumbar, asam jawa, gula aren, serta duo bawang merah dan putih.
Bagian ayam yang diolah umumnya berupa potongan paha atau potongan ayam utuh. Hidangan ini sangat serasi dinikmati bersama nasi putih hangat maupun ketupat, dan kehadirannya selalu identik dengan momen menjelang perayaan Idulfitri.
Tongseng menempati urutan kelima dalam daftar dengan raihan rating 4. Karakteristik utama dari masakan ini adalah kombinasi profil rasa manis, sedikit gurih, dan pedas, yang dihasilkan dari proses memasak menggunakan kecap manis, santan, serta potongan kol dan tomat.
Pada umumnya, hidangan ini menggunakan daging kambing sebagai bahan utama, walaupun penggunaan daging sapi atau ayam juga lazim ditemukan. Berdasarkan selentingan kuliner, beberapa versi tongseng terbaik jamak dijumpai di wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Nasi rendang menempati peringkat keenam dengan capaian rating 4. Menu ini merupakan kombinasi hidangan yang menyatukan nasi dengan rendang guna menciptakan cita rasa yang selaras.
Peran santan sangat krusial dalam memberikan tekstur lembut serta kedalaman rasa pada masakan. Meskipun daging sapi menjadi bahan baku paling umum, alternatif berupa daging ayam atau domba juga kerap digunakan.
Peringkat ketujuh sebagai hidangan rebusan terbaik diraih oleh gulai kambing dengan perolehan rating 3,7. Proses pembuatannya melibatkan perebusan daging kambing dalam medium santan kental yang diperkaya oleh kombinasi rempah seperti kunyit, jintan, ketumbar, serai, jahe, lengkuas, cengkih, dan kayu manis.
Hidangan ini umumnya disajikan bersama kondimen tambahan berupa sambal, acar, atau bawang merah goreng demi memperkuat profil rasanya. Kuliner berikutnya yang masuk dalam daftar adalah tengkleng dengan perolehan rating 3,5.
Secara historis, pada masa penjajahan Belanda, potongan daging kambing prima didistribusikan khusus untuk kalangan bangsawan, sedangkan para pekerja hanya mendapatkan bagian tulang dengan sedikit daging melekat. Sisa tulang kambing inilah yang kemudian diolah menggunakan kaldu santan encer bersama racikan rempah—termasuk serai, lengkuas, kunyit, ketumbar, jintan, bawang merah, dan bawang putih—hingga melahirkan menu bernama tengkleng.
Berada di urutan kesembilan, semur mencatatkan skor sebesar 3,4. Hidangan berkarakter manis ini mengandalkan daging sapi sebagai komponen utama yang sering kali dipadukan dengan tahu, telur, atau kentang di dalam kuah berbasis kecap yang telah dibumbui.
Etimologi kata semur berasal dari kosakata bahasa Belanda smoor yang berarti metode memasak perlahan dengan api kecil. Masakan ini kaya akan penggunaan rempah, antara lain lada, cengkih, bawang merah, bawang putih, kayu manis, dan pala.
Kuliner asal Surabaya, krengsengan, menutup jajaran sepuluh besar dengan rating 3,3. Olahan daging kambing atau sapi ini dimasak menggunakan saus berbasis kecap manis yang khas.
Krengsengan umumnya disajikan mendampingi nasi putih dengan taburan bawang merah goreng, serta pelengkap sayuran mentah seperti kemangi dan mentimun. Berbeda dari semur maupun rendang, krengsengan memiliki karakteristik proses pengolahan yang lebih sederhana dan tekstur bumbu yang lebih ringan.
Seluruh peringkat di atas didasarkan pada akumulasi sentimen audiens yang diproses melalui sistem deteksi canggih guna menyaring pengguna asli dan mengabaikan penilaian bot. Sampai dengan tanggal 15 Juni 2026, terkumpul sebanyak 780 total suara, dengan 487 penilaian yang lolos verifikasi sebagai data yang valid. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....