Kerupuk Basah: Cita Rasa Khas Hulu Sungai Kalbar
- 17 Okt 2025 07:51 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Jika mendengar kata kerupuk, mungkin yang terbayang adalah makanan renyah yang digoreng kering dan mudah patah. Namun, di Kalimantan Barat, tepatnya di wilayah Kapuas Hulu, ada satu kuliner unik yang justru berlawanan dengan bayangan itu namanya kerupuk basah.
Meskipun disebut “kerupuk”, makanan ini sama sekali tidak kering. Teksturnya lembut, kenyal, dan menggoda selera, terutama ketika disajikan hangat bersama sambal kacang atau saus pedas khas Kalimantan.
Kerupuk basah berasal dari daerah Putussibau, Kapuas Hulu, sebuah wilayah di pedalaman Kalimantan Barat yang terkenal dengan sungainya yang besar dan melimpah ikan air tawar. Masyarakat setempat yang sebagian besar hidup di sekitar sungai memanfaatkan ikan hasil tangkapan seperti ikan belida, tengadak, atau pipih sebagai bahan utama makanan ini.
Dulunya, kerupuk basah dibuat sebagai cara sederhana untuk mengawetkan ikan, sebelum dikenal sebagai jajanan khas yang dicari banyak orang. Kini, kerupuk basah tak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga ikon kuliner daerah yang selalu hadir di pasar tradisional, acara adat, hingga festival budaya.
Cara membuat kerupuk basah cukup sederhana. Ikan segar digiling halus, dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu-bumbu seperti bawang putih, garam, serta sedikit penyedap. Adonan itu kemudian dibentuk memanjang seperti sosis, lalu dikukus atau direbus hingga matang.
Hasilnya? Tekstur yang kenyal dan rasa gurih alami ikan yang berpadu sempurna. Biasanya, kerupuk basah dipotong-potong dan disajikan dengan saus kacang pedas manis atau sambal cuka yang membuat rasanya semakin nikmat.
| Baca juga: Olahan Lobak yang Lezat dan Menggugah Selera |
Lebih dari sekadar makanan, kerupuk basah adalah simbol kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat. Ia mencerminkan cara hidup sederhana masyarakat sungai yang kreatif dalam mengolah sumber daya alam.
Tak heran jika setiap pengunjung yang datang ke Kapuas Hulu, Sintang, atau Putussibau selalu disarankan untuk mencicipi hidangan khas ini. Kini, kerupuk basah telah menyebar ke berbagai daerah, bahkan mulai dijual secara online.
Namun, cita rasa otentiknya tetap paling terasa jika dinikmati langsung di tepi sungai sambil menyeruput kopi hangat dan menikmati suasana alam Kalimantan. Kerupuk basah bukan sekadar jajanan, melainkan warisan rasa dari masyarakat Kalimantan Barat yang patut dilestarikan.
Dalam kesederhanaannya, ia menyimpan cerita tentang alam, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir sungai yang penuh kehangatan. Jadi, jika suatu hari kamu berkunjung ke Kalimantan Barat, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan kerupuk basah, si kenyal gurih yang menjadi kebanggaan dari tanah Borneo. (TP )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....