Gizi Anak Jadi Perhatian di Pengungsian Pascagempa Flores

  • 03 Okt 2026 18:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penanganan kesehatan pascagempa Flores tidak hanya soal mengobati korban luka. Kondisi pengungsian juga memunculkan kekhawatiran baru terhadap pemenuhan gizi bayi, balita, dan ibu hamil.

Kepala LKC Dompet Dhuafa NTT, Ummi K. Muhammad, mengatakan pihaknya membuka dapur pemberian makanan bagi bayi dan anak atau PMBA di lokasi pengungsian. Dapur tersebut melibatkan orang tua pengungsi dan tenaga gizi dari puskesmas setempat, dengan pemberian makanan selama 14 hari.

Dari satu lokasi yang telah diintervensi, terdapat 30 balita dan empat ibu hamil. Hasil pemantauan menunjukkan dua balita mengalami penurunan berat badan, sementara satu ibu hamil mengalami kurang energi kronis.

Ummi mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena makanan bantuan yang diterima pengungsi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Selain persoalan gizi, tim juga menemukan lansia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Bahkan, terdapat pasien TBC yang terputus pengobatan karena sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan. Untuk menjangkau warga, tim Dompet Dhuafa melakukan pelayanan kesehatan secara mobile.

Dari posko di Desa Satarkampas, Lambaleda Utara, tim harus menempuh perjalanan hingga tiga sampai empat jam menuju sejumlah titik pengungsian. “Jadi mendekatkan pelayanan langsung ke titik-titik pengungsi yang mungkin mereka agak kesulitan untuk mengakses ke pos kesehata,” kata Ummi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah gempa berlalu, persoalan kesehatan warga terdampak masih berlanjut, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi dan pengobatan secara berkelanjutan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....