Pengungsi Pascagempa Flores Didominasi ISPA dan Penyakit Kronis
- 02 Okt 2026 10:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih dilakukan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTT. Hasil pemantauan di sejumlah lokasi pengungsian menunjukkan keluhan kesehatan masyarakat didominasi penyakit fisik, terutama infeksi saluran pernapasan dan penyakit kronis.
Officer Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT, Muhlisnah Usman mengatakan timnya mulai turun ke lokasi pascagempa pada 16 September 2026 dan tiba di Ronting pada 17 September.
“Kami bagi tiga tim, di Nagekeo, di Manggarai Timur, khususnya di daerah Reo, Ronting, Waso, dan di Lambaleda Utara. Teman yang lain berada di Riung, Ngada, Bajawa,” kata Lisna.
Menurut Lisna, layanan kesehatan hingga saat ini masih berlangsung di wilayah Manggarai dengan melibatkan dokter relawan dari Rumah Sakit Reo. Tim memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian maupun wilayah yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Pantauan kami di sana yang terjadi adalah kondisi kesehatan masyarakat pengintas di pengungsian didominasi oleh penyakit fisik, berupa ISPA, demam, batuk, pilek, nyeri badan atau mialgia, ganguan pencernaan, dan sebagainya,” kata Lisna saat wawancara di RRI Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026. Selain keluhan penyakit fisik, tim juga menemukan kasus penyakit kronis dan infeksi yang banyak dialami kelompok rentan, khususnya orang tua atau lanjut usia.
Kasus yang ditemukan antara lain hipertensi, diabetes melitus, hingga asma yang merupakan penyakit bawaan. “Karena mungkin kondisi stres di posko, di sana jujur sangat panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari,” katanya.
Kondisi lingkungan pengungsian tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....