Laki-Laki Menangis Bukan Tanda Kelemahan
- 18 Sep 2026 14:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Budaya patriarki yang dianut sebagian masyarakat Indonesia membuat laki-laki memiliki kedudukan lebih tinggi dari perempuan dalam struktur sosial. Kondisi ini turut membentuk aturan gender yang membuat laki-laki dianggap tidak seharusnya menangis karena dinilai sebagai tanda kelemahan.
Dosen Prodi Psikologi Undana Kupang, Pasifikus Wijaya mengatakan bahwa menangis merupakan cara positif bagi laki-laki untuk menjaga kesehatan mental. Menangis merupakan cara manusia untuk merespon berbagai macam kondisi emosional dan sakit yang dirasakan baik fisik maupun psikis.
"Emosi dasar itu sama seperti otot manusia yang harus olahraga biar sehat. Kalau emosi jarang diekspresikan maka kecerdasan kita dalam mengelola emosi malah justru menurun, tidak berkembang," kata Dosen Undana Kupang, Wijaya kepada RRI Kupang, Jumat, 18 September 2026.
Manusia, dikatakan Pasifikus Christa Wijaya, Memiliki beberapa emosi dasar diantaranya, rasa takut, Bahagia, sedih, marah, jijik, dan terkejut. Orang tua dengan pola asuh toxic masculinity sering kali melarang anak laki-laki menangis saat berada di tempat umum.
"Jadi menangis itu adalah bahasa pertama yang dipahami oleh manusia. Jadi ketika anak pulang menangis, dia sebenarnya ingin berkata kepada ibu atau ayah bahwa ia membutuhkan sesuatu. Jadi, biarkan anak menangis sambil kita temani, baru kemudian kita ajak bicara," ujar Dosen Prodi Psikologi Undana Kupang, Wijaya.
Stigma bahwa laki-laki tidak boleh bercerita dan menangis telah membentuk pandangan masyarakat bahwa mengungkapkan perasaan merupakan tanda kelemahan. Hal ini menyebabkan sebagian besar laki-laki lebih rentan mengalami depresi saat mengalami masalah jika dibanding dengan perempuan.
"Orang yang berani itu justru ketika dia punya masalah atau sedang tidak baik-baik saja akan berusaha sadar dan menceritakan tentang masalahnya pada orang lain. Butuh keberanian bagi kita untuk menceritakan kepada orang yang bisa membantu atau tidak. Jadi baik laki-laki atau perempuan sama-sama butuh untuk menangis," ucap Christa Wijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....