4 Fakta Mengenai Penderita Darah Tinggi yang Sering Disalahpahami

  • 15 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dianggap sepele. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Di masyarakat, masih banyak anggapan yang keliru mengenai hipertensi sehingga membuat sebagian orang terlambat melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Fakta pertama, penderita darah tinggi tidak selalu merasakan gejala. Anggapan bahwa hipertensi pasti ditandai dengan sakit kepala, pusing, atau lemas tidak sepenuhnya benar. Banyak penderita hipertensi justru tidak merasakan keluhan apa pun. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Fakta kedua, orang yang masih muda juga bisa mengalami hipertensi. Darah tinggi bukan hanya penyakit orang lanjut usia. Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, kelebihan berat badan, merokok, konsumsi alkohol, stres, serta faktor genetik dapat meningkatkan risiko hipertensi pada usia lebih muda. Menjaga pola hidup sehat sejak dini dapat membantu menurunkan risiko tersebut.

Fakta ketiga, merasa sehat bukan berarti obat hipertensi boleh dihentikan sendiri. Ketika tekanan darah sudah membaik setelah mengonsumsi obat, sebagian orang menganggap dirinya sudah sembuh dan kemudian menghentikan pengobatan. Padahal, tekanan darah yang terkendali dapat terjadi karena obat bekerja dengan baik. Perubahan atau penghentian obat sebaiknya dilakukan berdasarkan arahan dokter.

Fakta keempat, penderita hipertensi tidak cukup hanya menghindari garam. Mengurangi asupan garam memang penting, tetapi pengendalian tekanan darah juga perlu didukung dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, tidak merokok, membatasi alkohol, tidur cukup, dan mengelola stres. Jadi, pengendalian hipertensi membutuhkan perubahan gaya hidup secara menyeluruh.

Beberapa anggapan tentang hipertensi perlu diluruskan agar masyarakat lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Hipertensi dapat terjadi tanpa gejala, tidak hanya dialami lansia, obat tidak boleh dihentikan sembarangan, dan pengendaliannya membutuhkan lebih dari sekadar mengurangi garam. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....