FoR PKBI NTT Memperjuangkan Kesetaraan Melalui Pemahaman HKSR Bagi Remaja NTT
- 21 Mei 2026 00:00 WIB
- Kupang
Poin Utama
- FoR PKBI NTT menegaskan menjelaskan setiap manusia memiliki hak yang sama atas tubuhnya tanpa diskriminasi, tekanan, maupun kekerasan.
- Keisya Maufa mengatakan masih banyak masyarakat yang memandang HKSR sebagai topik tabu karena dipengaruhi budaya dan pola pikir lama.
- Salsa Nomleni menilai budaya patriarki juga berdampak besar terhadap laki-laki.
- budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat NTT dinilai menjadi hambatan serius karena membatasi otonomi tubuh perempuan dan melanggengkan dominasi yang tidak sehat.
RRI.CO.ID, Kupang - Forum Remaja (FoR) PKBI NTT menegaskan pentingnya kesetaraan dalam Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) bagi seluruh remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Hal itu disampaikan dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Kupang pada Selasa, 19 Mei 2026 dengan topik “Tubuhmu, Hakmu: Memahami Kesetaraan dalam Kesehatan Seksual dan Reproduksi”.
Dalam dialog tersebut, 2 anggota Forum Remaja PKBI NTT, Keisya Maufa dan Salsa Nomleni menjelaskan setiap manusia memiliki hak yang sama atas tubuhnya tanpa diskriminasi, tekanan, maupun kekerasan. Mereka menilai pemahaman tentang kesetaraan HKSR penting agar remaja mampu menghargai diri sendiri dan orang lain.
Edukasi yang merata diharapkan mampu menghapus ketimpangan sosial dan memberikan kontrol penuh kepada remaja atas kesehatan reproduksi mereka sendiri. Keisya Maufa mengatakan masih banyak masyarakat yang memandang HKSR sebagai topik tabu karena dipengaruhi budaya dan pola pikir lama.
| Baca juga: FoR PKBI NTT: Pergaulan Sehat Ala Anak Muda |
“Padahal setiap orang punya hak untuk memahami tubuhnya sendiri, menjaga dirinya, dan mengambil keputusan atas hidupnya tanpa dipaksa pihak lain,” ujar mahasiswi FKIP Undana ini. Menurut Keisya, ketidaksetaraan dalam HKSR sering membuat perempuan kehilangan hak menentukan masa depan mereka sendiri.
Ia mencontohkan masih adanya tekanan menikah muda, pembatasan pilihan hidup perempuan, hingga anggapan bahwa perempuan harus selalu mengikuti keputusan orang lain. "Sebagai perempuan, saya berhak menentukan kapan saya pantas mengandung dan dengan siapa saya membangun hubungan karena itu adalah kendali penuh atas diri saya sendiri," ujar Keisya.
Sementara itu, Salsa Nomleni menilai budaya patriarki juga berdampak besar terhadap laki-laki. “Laki-laki sering dituntut harus kuat, tidak boleh menangis, dan tidak boleh mengeluh. Akibatnya banyak laki-laki takut bicara ketika mengalami kekerasan atau pelecehan,” ucap mahasiswi FKM Undana ini kepada RRI.
Ia menyebut jika budaya patriarki yang masih mengakar di masyarakat NTT dinilai menjadi hambatan serius karena membatasi otonomi tubuh perempuan dan melanggengkan dominasi yang tidak sehat. Dampak ketimpangan ini juga dirasakan oleh laki-laki yang terjebak dalam tuntutan maskulinitas toksik, di mana mereka dilarang menunjukkan kerentanan atau berbicara terbuka mengenai masalah kesehatan seksualnya.
Forum Remaja PKBI NTT menegaskan kurangnya edukasi HKSR dapat memicu berbagai dampak sosial, seperti kekerasan seksual, diskriminasi, pernikahan dini, hingga rendahnya keberanian korban untuk bersuara. Mereka juga menyoroti masih minimnya ruang aman bagi remaja untuk berdiskusi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi.
Pencapaian kesetaraan dalam kesehatan seksual menuntut peran aktif keluarga sebagai lingkungan pertama untuk mengedukasi anak mengenai batas dan hak tubuh sejak usia dini. Dengan menempatkan kesetaraan sebagai prioritas, masyarakat dapat menciptakan generasi yang lebih menghargai tubuh sendiri dan orang lain demi terciptanya keadilan sosial.
Melalui berbagai program edukasi dan advokasi, Forum Remaja PKBI NTT berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesetaraan HKSR bukan sekadar isu perempuan, tetapi hak semua orang. “Kesetaraan berarti laki-laki dan perempuan sama-sama punya hak untuk didengar, dilindungi, dan dihargai atas tubuh dan masa depan mereka,” kata Salsa Nomleni, mengakhiri. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....