Dinkes NTT Imbau Warga Waspadai Penularan Tuberkulosis melalui Udara

  • 20 Mei 2026 19:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Kesehatan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan tuberkulosis (TBC) yang dapat menyebar melalui udara, terutama di ruangan lembab dan minim sirkulasi udara.

“Bakteri penyebab TBC mampu bertahan di udara hingga delapan jam, khususnya pada ruangan yang lembab dan tertutup. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan kepada orang lain,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maria Anggreini saat dialog di RRI Kupang, Selasa, 19 Mei 2026.

Sementara itu, Neni mengungkapkan bakteri TBC diketahui dapat mati apabila terpapar sinar matahari secara langsung. Karena itu, pencahayaan dan ventilasi rumah menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit.

“Ruangan yang lembab juga dinilai berpotensi menjadi tempat bertahannya bakteri apabila sirkulasi udara tidak baik. Masyarakat diimbau memperhatikan kebersihan dan aliran udara di dalam rumah maupun tempat kerja,” ujarnya.

Selain melalui udara, penggunaan alat makan dan minum bersama dengan penderita TBC juga dinilai memiliki potensi penularan. Hal ini disebabkan karakteristik bakteri yang cukup kuat dan tahan dalam kondisi tertentu.

“Untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lain, petugas kesehatan akan memberikan terapi pencegahan TBC bagi orang yang tinggal serumah dengan pasien positif tuberculosis,” ucapnya.

Batuk berdarah juga disebut sebagai salah satu gejala spesifik TBC yang perlu diwaspadai. Namun, diagnosis tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan dokter dan tes penunjang seperti pemeriksaan dahak, maupun mobile x-ray.

Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala TBC. Pemerintah memastikan seluruh layanan pemeriksaan hingga pengobatan TBC selama enam hingga sembilan bulan dapat diakses secara gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....