Gaya Hidup Digital Picu Risiko Gangguan Kesehatan
- 12 Mei 2026 06:18 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao – Perubahan pola hidup akibat ketergantungan pada teknologi digital mulai mengancam kondisi kesehatan fisik dan mental generasi muda di Rote Ndao. Hal itu disampaikan Aktivis Muda NTT Maks Fioh dalam dialog Obrolan Pro 1 RRI Rote, Senin, 11 Mei 2026.
Maks menjelaskan bahwa aktivitas fisik pemuda saat ini menurun drastis karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Kebiasaan bermain gim daring hingga larut malam memicu gangguan pola tidur yang sangat buruk bagi kesehatan saraf.
"Banyak anak muda kita yang begadang hanya untuk bermain gim tanpa memedulikan waktu istirahat yang cukup," ujar Maks. Ia menegaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi serta produktivitas pemuda dalam menjalani aktivitas pendidikan maupun pekerjaan.
Selain masalah pola tidur, tren konsumsi minuman kekinian yang tinggi gula juga menjadi perhatian serius dalam dialog tersebut. Pola makan yang tidak seimbang ini meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus yang kini mulai menyerang usia produktif.
"Ancaman penyakit tidak menular seperti diabetes kini bukan lagi hanya dialami oleh orang tua saja," katanya, menjelaskan. Penggunaan rokok elektrik atau vape juga dinilai menjadi tren gaya hidup yang merusak organ pernapasan para pemuda.
Maks menambahkan bahwa kesehatan mental juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas hidup seorang pemuda yang unggul. Tekanan sosial di dunia maya sering kali memicu kecemasan yang berdampak pada stabilitas emosional generasi masa kini.
Maks Fioh juga mendorong para pemuda untuk kembali aktif berolahraga dan bijak dalam menggunakan teknologi digital. Ia meyakini bahwa keseimbangan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental akan membentuk pemuda Rote Ndao yang tangguh. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....