Orang Gangguan Mental Ringan Tidak Perlu Minum Obat
- 07 Apr 2026 14:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Gangguan mental pada anak usia sekolah sering muncul sebagai perubahan emosi dan perilaku yang mengganggu fungsi sehari-hari, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku seperti prestasi menurun, menarik diri dan keluhan fisik tanpa penyebab. Hal ini di sampaikan dr. Qurrota Aini, Sp. KS Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Jiwa Naimata pada dialog Kupang menyapa, Selasa 7 April 2026.
“Ganguan jiwa ada tingkatan levelnya begitupun dengan gangguan depresi ringan,sedang dan berat. Dan kalau ringan dan sedang bukan berarti harus minum obat melainkan ada alternative atau cara lain namanya psikoterapi seperti gobrol untuk membangun kepercayaan diri dan merubah cara berpikir yang tidak rasional, sedangkan presi berat ya harus minum obat,” ucapnya.
Orang dengan gangguan jiwa atau depresi ringan dan sedang di tegaskan Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Jiwa Naimata dr. Qurrota Aini, tidak seharusnya minum obat dan di rawat di rumah sakit melainkan hanya sebatas dilakukan psikoterapi atau konsultasi dan rawat jalan. “Kalau depresi berat harus minum obat apalagi sudah ada percobaan bunuh diri itu sudah tidak ada lagi tawar menawar sehingga wajib rawat di rumah sakit Jiwa, tapi kalau sedang dan ringan cukup dilakukan psikoterapi dan tidak perlu minum obat hanya cukup rawat jalan,” ujarnya.
Masalah kesehatan mental anak sering terabaikan karena terkadang sulit untuk mendeteksinya, berbeda dengan kesehatan fisik yang akan langsung terlihat. Untuk membantu Anda lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan mental yang umum menyerang anak dan juga gejalanya.
Gangguan kecemasan adalah merasa takut, cemas, dan khawatir yang terjadi secara berlebihan dan sulit dikendalikan. Karena itu orang tua wajib memahami penyebab anak mengalami gangguan kesehatan mental dapat membantu mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. (anna).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....