Edukasi Seks Kesehatan Kelompok Binaan Katekisasi Sekolah Minggu
- 25 Mar 2026 11:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Dalam rangka penguatan pembinaan keagamaan yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan, Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan sosialisasi edukasi seks dari perspektif kesehatan dan Alkitab kepada kelompok binaan katekisasi, taruna, dan anak Sekolah Minggu di Jemaat Laharoi Terupulomi, Desa Delo.
Penyuluh Agama Kristen, Penihas Wila Huky, S.Th., menjelaskan, Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dalam menjaga kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam mengambil keputusan. “ Materi yang disampaikan terkait pentingnya risiko perilaku seks bebas serta meneguhkan prinsip bahwa hubungan seksual hanya dapat dilakukan dalam ikatan pernikahan sesuai ajaran iman Kristen,” kata Penihas Wila Huky, Jumat (18/3/2026).
Dari aspek kesehatan, peserta dibekali pengetahuan praktis terkait perawatan organ reproduksi, menjaga kebersihan diri, serta kesadaran untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang tidak normal. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam mencegah perilaku berisiko serta melindungi generasi muda dari dampak negatif yang dapat merugikan masa depan mereka.
Selain itu, peserta juga didorong untuk membangun komunikasi yang sehat dengan orang tua serta memiliki keberanian melaporkan situasi yang berpotensi membahayakan. Pendekatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pembinaan keagamaan, keluarga, dan aspek kesehatan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi yang disertai evaluasi pemahaman peserta. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peran strategis penyuluh agama dalam menghadirkan layanan pembinaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan terbentuk generasi yang sehat, berkarakter, serta mampu menginternalisasi nilai-nilai keimanan dalam setiap aspek kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....