WHO Ungkap Empat dari Sepuluh Kanker Bisa Dicegah

  • 05 Feb 2026 04:31 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengungkapkan bahwa empat dari sepuluh kasus kanker di seluruh dunia dapat dicegah. Dalam laporan tersebut, WHO dan IARC memperkirakan 37 persen dari seluruh kasus kanker baru pada tahun 2022, atau sekitar 7,1 juta kasus, berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah.

Studi ini menganalisis 30 penyebab kanker yang dapat dicegah, mulai dari tembakau, alkohol, indeks massa tubuh tinggi, kurangnya aktivitas fisik, polusi udara, radiasi ultraviolet, hingga untuk pertama kalinya mencakup sembilan infeksi penyebab kanker. Berdasarkan data dari 185 negara dan 36 jenis kanker, tembakau tercatat sebagai penyebab utama kanker yang dapat dicegah secara global, bertanggung jawab atas 15 persen dari seluruh kasus kanker baru.

Faktor ini diikuti oleh infeksi sebesar 10 persen dan konsumsi alkohol sebesar 3 persen. Tiga jenis kanker, yakni kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker serviks, menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah pada pria maupun wanita di dunia.

Kanker paru-paru terutama berkaitan dengan kebiasaan merokok dan polusi udara, kanker lambung banyak disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, sementara kanker serviks sebagian besar dipicu oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Ketua Tim Pengendalian Kanker WHO, Dr. André Ilbawi, menyatakan bahwa analisis ini merupakan kajian global pertama yang menunjukkan besarnya risiko kanker yang berasal dari faktor yang sebenarnya dapat dicegah, menurutnya, pemahaman terhadap pola risiko di berbagai negara dan kelompok populasi dapat membantu pemerintah dan individu mengambil langkah pencegahan sebelum kanker berkembang.

Studi ini juga menemukan perbedaan signifikan antara pria dan wanita serta antarwilayah. Beban kanker yang dapat dicegah lebih tinggi pada pria, yakni 45 persen, dibandingkan wanita sebesar 30 persen. Pada pria, merokok menjadi faktor dominan dengan kontribusi 23 persen, sedangkan pada wanita, infeksi menjadi penyebab terbesar dengan 11 persen.

Secara regional, proporsi kanker yang dapat dicegah pada wanita berkisar dari 24 persen di Afrika Utara dan Asia Barat hingga 38 persen di Afrika Sub-Sahara. Sementara pada pria, beban tertinggi tercatat di Asia Timur sebesar 57 persen, dan terendah di Amerika Latin serta Karibia sebesar 28 persen.

Wakil Kepala Unit Pengawasan Kanker IARC, Dr. Isabelle Soerjomataram, menegaskan bahwa mengatasi faktor risiko yang dapat dicegah merupakan salah satu peluang paling kuat untuk menurunkan beban kanker global. Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang mencakup risiko perilaku, lingkungan, pekerjaan, dan infeksi. 

WHO dan IARC merekomendasikan strategi pencegahan yang disesuaikan dengan konteks masing-masing negara, termasuk pengendalian tembakau dan alkohol, vaksinasi HPV dan hepatitis B, peningkatan kualitas udara, keselamatan kerja, serta penciptaan lingkungan yang mendukung pola makan sehat dan aktivitas fisik. Tindakan terkoordinasi lintas sektor dinilai mampu mencegah jutaan kasus kanker, sekaligus menekan biaya perawatan kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....