WHO Dorong Pencegahan Kanker Melalui Pengendalian Faktor Risiko

  • 23 Mei 2026 15:24 WIB
  •  Kupang

RRI.COID, Kupang- Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization menyebut hampir 40 persen kasus kanker di dunia sebenarnya dapat dicegah. Pencegahan dilakukan melalui perubahan gaya hidup, intervensi medis, serta pengurangan paparan lingkungan berbahaya.

Dalam analisis terbaru WHO, sekitar 38 persen dari hampir 19 juta kasus kanker baru pada 2022 berkaitan dengan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor tersebut meliputi merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurang aktivitas fisik, polusi udara, radiasi ultraviolet, hingga infeksi.

Ahli epidemiologi medis WHO, Isabelle Soerjomataram, melalui sciencealert, mengatakan penelitian ini menjadi penilaian paling komprehensif terkait penyebab kanker yang dapat dicegah secara global. Menurutnya, pengendalian faktor risiko menjadi peluang besar untuk menekan beban kanker dunia.

WHO mencatat merokok tembakau menjadi penyebab terbesar kanker yang dapat dicegah. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan sekitar 15 persen kasus kanker baru secara global pada 2022.

Pada pria, angka tersebut bahkan mencapai 23 persen dari seluruh kasus kanker baru. Selain merokok, konsumsi alkohol juga berkontribusi terhadap sekitar 3,2 persen kasus kanker baru atau sekitar 700 ribu kasus.

Kombinasi merokok dan konsumsi alkohol turut menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah. Adpun polusi udara juga menjadi faktor penting penyebab kanker paru-paru di sejumlah wilayah dunia.

Di Asia Timur, sekitar 15 persen kasus kanker paru-paru pada perempuan dikaitkan dengan polusi udara. Sementara di Afrika Utara dan Asia Barat, sekitar 20 persen kasus kanker paru-paru pada pria berkaitan dengan kualitas udara yang buruk.

Selain itu, infeksi turut menyumbang sekitar 10 persen kasus kanker baru di dunia. Pada perempuan, sebagian besar berkaitan dengan human papillomavirus atau HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

WHO menilai vaksin HPV menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah kanker serviks. Namun, cakupan vaksinasi di berbagai negara masih tergolong rendah.

Sementara itu, Ketua Tim Pengendalian Kanker WHO, André Ilbawi, mengatakan penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya risiko kanker yang sebenarnya dapat dicegah. Masyarakat dihimbau agar menerapkan pola hidup sehat, menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, aktif bergerak, serta mengurangi paparan polusi untuk menekan risiko kanker. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....