Riset Ungkap Kelebihan Berat Badan Picu Demensia
- 28 Jan 2026 16:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Kelebihan berat badan terbukti menjadi penyebab langsung demensia vaskular, dengan tekanan darah tinggi sebagai faktor pemicu utama. Temuan ini terungkap dalam studi genetik terbaru yang dipublikasikan di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, yang menunjukkan bahwa menjaga berat badan ideal dan mengendalikan hipertensi berpotensi mencegah banyak kasus demensia.
Selama beberapa dekade, hubungan antara obesitas dan penurunan fungsi kognitif kerap menghasilkan kesimpulan yang bertentangan. Sejumlah studi observasional menyebut obesitas pada usia paruh baya meningkatkan risiko demensia, sementara penelitian lain menunjukkan berat badan tinggi di usia lanjut justru tampak melindungi.
Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh fenomena penyebab terbalik, di mana penderita demensia kerap mengalami penurunan berat badan pada fase awal penyakit. Untuk menjawab kerancuan tersebut, tim peneliti yang dipimpin Liv Tybjærg Nordestgaard bersama penulis senior Prof. Ruth Frikke-Schmidt dari Rumah Sakit Universitas Kopenhagen menggunakan metode pengacakan Mendelian, sebuah pendekatan analisis genetik yang mampu menilai hubungan sebab-akibat secara lebih akurat.
| Baca juga: Lima Buah yang Aman untuk Diet |
Penelitian ini menganalisis data lebih dari 120 ribu individu di Denmark, serta memverifikasi temuan menggunakan UK Biobank yang mencakup hampir 380 ribu peserta tambahan. Hasil analisis genetik menunjukkan hubungan linier yang jelas: semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) yang diprediksi secara genetik, semakin besar risiko demensia vaskular.
Dalam meta-analisis gabungan, setiap kenaikan satu standar deviasi BMI secara genetik meningkatkan risiko demensia vaskular hingga 63 persen. Temuan serupa juga diperkuat oleh data konsorsium internasional, dengan peningkatan risiko berkisar antara 54 persen hingga hampir dua kali lipat.
Lebih lanjut, para peneliti mengidentifikasi tekanan darah tinggi sebagai mediator biologis utama. Tekanan darah sistolik menyumbang sekitar 18 persen dari efek BMI terhadap demensia vaskular, sementara tekanan darah diastolik berkontribusi sekitar 25 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kelebihan berat badan meningkatkan tekanan darah, yang kemudian merusak pembuluh darah otak dan menghambat aliran darah.
| Baca juga: Buah Kiwi dan Manfaatnya |
“Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa BMI tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan penyebab langsung demensia,” kata Prof. Ruth Frikke-Schmidt. Menurutnya, pencegahan dan pengobatan obesitas serta hipertensi merupakan peluang besar yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk mencegah demensia.
Menurut psypost, demensia vaskular sendiri terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, sering kali melalui serangkaian stroke kecil yang merusak jaringan otak secara bertahap. Saat ini, sekitar 50 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring penuaan populasi global.
Meski memiliki keterbatasan, termasuk fokus pada populasi keturunan Eropa dan penggunaan BMI yang tidak membedakan massa lemak dan otot, penelitian ini menegaskan kuatnya kaitan antara kesehatan kardiovaskular dan fungsi otak. Temuan ini memperkuat pesan bahwa menjaga berat badan sehat dan mengontrol tekanan darah sejak dini dapat menjadi kunci melindungi fungsi kognitif hingga usia lanjut. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....