Wawali Dorong Pemerataan Internet Sekolah Kota Kupang
- 05 Okt 2026 07:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., meninjau optimalisasi jaringan internet di SD Inpres Fatukoa, Kamis, 1 Oktober 2026. Kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama Pemerintah Kota Kupang dan Telkomsel untuk memperkuat konektivitas di sekolah yang mengalami keterbatasan jaringan.
Serena mengatakan masih terdapat sejumlah wilayah di Kota Kupang yang belum mendapatkan akses jaringan secara optimal, termasuk lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menghambat aktivitas pembelajaran, tetapi juga membatasi akses informasi bagi masyarakat di sekitar sekolah.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Kupang, terdapat 10 sekolah yang menjadi perhatian dalam optimalisasi jaringan internet. Satu sekolah berada di wilayah blind spot kawasan Nefosaka menuju Belo, sementara sembilan sekolah lainnya membutuhkan peningkatan kualitas jaringan.
“Meskipun berada di tengah kota dan mereka merupakan bagian dari Kota Kupang, masih ada yang belum mendapatkan sinyal,” kata Serena. Ia mengatakan pemerintah bersama Telkomsel berupaya meningkatkan kualitas jaringan pada titik yang masih lemah serta membuka akses bagi wilayah yang belum terjangkau sinyal.
Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Kota Kupang, I Wayan Sudana, menjelaskan optimalisasi jaringan di SD Inpres Fatukoa dilakukan melalui penambahan antena. Sementara untuk wilayah blind spot, Telkomsel menyiapkan Compact Mobile BTS (COMBAT) atau mobile BTS yang ditargetkan mulai diterapkan pada Oktober.
Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd., turut menyatakan dukungan terhadap penguatan konektivitas internet di Kota Kupang. “Tentu kita akan dorong dengan anggaran, kebetulan kami juga ada di Banggar, sehingga kita akan mendorong optimalisasi jaringan internet ini,” ucapnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, mengatakan pemerintah akan terus memantau kondisi jaringan di sekolah lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan konektivitas pendidikan dapat teridentifikasi dan ditangani secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....