Pendidikan IAKN Kupang didorong Berbasis Integritas, Riset, dan Spiritualitas

  • 30 Sep 2026 08:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada integritas, relevansi kurikulum, riset, inovasi, kolaborasi, serta penguatan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Hal tersebut disampaikan I Made Suardana dalam sambutannya pada Wisuda ke-X IAKN Kupang yang berlangsung di GMIT Center, Kupang, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, integritas akademik menjadi salah satu fondasi utama bagi perguruan tinggi yang ingin menghasilkan lulusan berkualitas dan memiliki dampak nyata. Selain integritas akademik, I Made Suardana menekankan perlunya pembaruan kurikulum.

Perguruan tinggi harus memiliki kurikulum yang up to date dan relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Ia mendorong integrasi teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi, menurutnya, dapat memperluas ruang belajar sekaligus membangun pola pikir mahasiswa agar lebih terbuka, memiliki wawasan luas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan. “Teknologi digital dan artificial intelligence menjadi tools yang sangat luar biasa. Tetapi kita harus mendasarinya pada kekuatan karakter dan nilai,” katanya.

Transformasi pendidikan, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan penguasaan teknologi. Kemajuan teknologi harus berjalan bersama dengan pembangunan mentalitas, etika, moral, tanggung jawab, serta nilai-nilai spiritual.

Dalam sambutannya, Rektor juga menekankan pentingnya menjadikan IAKN Kupang sebagai perguruan tinggi berbasis riset. Ia menilai perguruan tinggi akan kehilangan daya dorongnya apabila aktivitas penelitian minim, publikasi terbatas, dan hasil penelitian tidak memberikan dampak bagi masyarakat.

Karena itu, jumlah dan kualitas penelitian serta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) perlu terus ditingkatkan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat publikasi pada tingkat nasional maupun internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi.

“Perguruan tinggi harus kita bawa pada posisi high, top untuk pelaksanaan atau penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, khususnya penelitian, publikasi, dan inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, ritme inovasi harus terus dijaga agar perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga pengetahuan, karya akademik, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata. I Made Suardana juga menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari masyarakat.

Perguruan tinggi harus membuka diri dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, pemerintah, mitra strategis, serta masyarakat perlu dikembangkan dalam bentuk kerja sama yang berdampak dan berkelanjutan.

Menurutnya, ruang kolaborasi sekaligus menjadi ruang kompetisi yang sehat. Melalui proses tersebut, berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa maupun sivitas akademika dapat dikembangkan menjadi kompetensi unggul yang kemudian diwujudkan dalam karya.

“Ini kemudian disebut dengan perguruan tinggi yang berdampak. Berdampaknya terukur dari sejauh mana kompetensi itu menghasilkan karya-karya inovatif, karya-karya akademik, karya-karya yang kemudian memiliki dampak yang besar,” katanya.

Di tengah perkembangan artificial intelligence dan teknologi digital, IAKN Kupang juga diarahkan untuk tetap mempertahankan karakter sebagai perguruan tinggi keagamaan. I Made Suardana mengingatkan bahwa kecakapan akademik dan teknologi harus diimbangi dengan penguatan iman dan spiritualitas.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi kehilangan jati diri dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menggambarkan orientasi tersebut sebagai semangat “homo spiritualis”, yakni manusia yang mampu mengintegrasikan seluruh kecakapan keilmuannya dengan nilai-nilai spiritualitas.

“Kita boleh pintar, cerdas, hebat, tetapi kita tidak kehilangan sentuhan iman sebagai dasar pengembangan spiritualitas,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan tetap berada dalam koridor etika, moral, tanggung jawab, dan nilai-nilai iman.

Pada bagian akhir sambutannya, I Made Suardana mengajak seluruh sivitas akademika, mitra, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat transformasi IAKN Kupang. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, infrastruktur pembelajaran, riset, inovasi, serta kolaborasi sebagai bagian dari upaya membangun perguruan tinggi yang semakin berdampak.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan perkembangan IAKN Kupang agar mampu melahirkan SDM yang unggul dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Doakan terus IAKN Kupang semakin berdampak. Doakan penguatan SDM yang semakin berdampak, penguatan infrastruktur pembelajaran yang semakin berdampak, dan juga peran serta seluruh bagian, semua mitra, semua lapisan masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Transformasi pendidikan yang didorong IAKN Kupang tersebut pada akhirnya diarahkan bukan semata-mata untuk mengejar kemajuan institusi, tetapi untuk memastikan perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, berkarakter, memiliki spiritualitas, serta mampu menghasilkan karya yang memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat dan bangsa. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....