Rektor IAKN Kupang Tekankan Lulusan Harus Berintegritas dan Berlandaskan Iman

  • 29 Sep 2026 17:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, I Made Suardana, menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang memiliki integritas, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta tetap berlandaskan iman, etika dan spiritualitas. Hal tersebut disampaikan I Made Suardana dalam sambutannya pada Wisuda ke-X IAKN Kupang yang berlangsung di GMIT Center, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Rektor, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Karena itu, IAKN Kupang harus terus melakukan transformasi, baik dalam pengembangan kurikulum, penelitian, inovasi maupun kolaborasi.

Ia menegaskan pentingnya menghadirkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. “Kita harus bangun kurikulum yang up to date, bukan outdated. Kurikulum yang relevan, bukan kurikulum yang irrelevant,” katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI harus menjadi bagian dari ruang pembelajaran di perguruan tinggi. Teknologi dapat menjadi alat yang membantu mahasiswa mengembangkan cara berpikir terbuka, memperluas wawasan, menemukan jati diri serta meningkatkan kompetensi.

Namun, Rektor mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat lulusan kehilangan karakter dan nilai spiritual. “Kita boleh pintar, cerdas, hebat, tetapi kita tidak kehilangan sentuhan iman sebagai dasar pengembangan spiritualitas,” ujarnya.

Selain pengembangan kurikulum, Rektor menekankan pentingnya memperkuat IAKN Kupang sebagai perguruan tinggi berbasis riset. Menurutnya, peningkatan jumlah penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), publikasi dan inovasi merupakan bagian penting untuk memastikan perguruan tinggi memberikan dampak yang lebih luas.

“Eksistensi perguruan tinggi pada basis riset itu harus kita bangun. Jumlah hasil penelitian ditingkatkan, jumlah hasil PKM ditingkatkan,” katanya.

Ia menilai hasil penelitian dan inovasi tidak boleh berhenti di lingkungan kampus. Karya akademik harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Karena itu, IAKN Kupang didorong untuk terus meningkatkan kualitas publikasi hingga pada tingkat nasional maupun internasional. Dalam kesempatan tersebut, I Made Suardana juga menegaskan pentingnya menjaga integritas akademik dan mencegah komersialisasi pendidikan.

Ia mengatakan mahasiswa datang ke perguruan tinggi untuk belajar, memperoleh ilmu, menjalani proses transformasi dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang unggul. “Pendidikan bukanlah ladang bisnis, tetapi pengabdian, tanggung jawab, kekuatan untuk mempersiapkan generasi Indonesia unggul ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, pembiayaan pendidikan memang diperlukan dan harus dapat dipertanggungjawabkan. Namun, berbagai pungutan di ruang akademik tidak boleh diarahkan untuk mencari keuntungan yang tidak semestinya.

Ia menilai perguruan tinggi yang hebat adalah perguruan tinggi yang mampu menghadirkan lulusan hebat dan berdampak dengan tetap menjaga integritas akademiknya. I Made Suardana juga menekankan bahwa IAKN Kupang tidak boleh menjadi perguruan tinggi yang terpisah dari kebutuhan masyarakat.

“IAKN Kupang bukan menara gading,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi harus membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk perguruan tinggi lain, pemerintah, masyarakat dan berbagai lembaga terkait. Kolaborasi tersebut, kata dia, harus diarahkan untuk membangun kompetensi yang unggul dan menghasilkan karya inovatif yang memberikan dampak nyata.

“Ruang kompetisi inilah yang menghadirkan lahirnya kompetensi-kompetensi unggul,” ujarnya.

Pada akhirnya, Rektor menegaskan bahwa perkembangan teknologi, AI dan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan karakter serta spiritualitas. Ia menyebut lulusan IAKN Kupang diharapkan menjadi pribadi yang tidak hanya menguasai keilmuan, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

“Lulusan-lulusan ini mengintegrasikan seluruh kecakapan keilmuannya, dan tidak menghamba kepada keilmuan itu semata, dan kemudian kehilangan jati diri, tetapi mendasarinya pada nilai-nilai spiritualitas,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam momentum Wisuda ke-X IAKN Kupang. Sebanyak 349 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan, dengan harapan mereka mampu membawa kompetensi, integritas, iman dan semangat pengabdian ketika kembali ke tengah masyarakat.

Bagi IAKN Kupang, tantangan ke depan bukan hanya mencetak lulusan yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap digunakan dalam kerangka iman, etika, karakter dan tanggung jawab sosial. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....