Rektor IAKN Kupang Tegaskan Pendidikan Bukan Ladang Bisnis
- 29 Sep 2026 17:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, I Made Suardana, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam praktik komersialisasi pendidikan. Pendidikan, menurutnya, harus tetap ditempatkan sebagai ruang pengabdian, pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, serta persiapan generasi Indonesia yang unggul.
Hal tersebut disampaikan Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam sambutannya pada Wisuda ke-X IAKN Kupang yang berlangsung di GMIT Center, Selasa, 29 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengajak seluruh civitas akademika IAKN Kupang untuk bersama-sama menjaga integritas akademik dan memastikan kampus tidak berubah menjadi ruang yang berorientasi pada keuntungan semata.
“Mari kita tidak jadikan kampus kita IAKN Kupang tenggelam dalam komersialisasi dunia akademik,” katanya.
Menurut I Made Suardana, mahasiswa datang ke perguruan tinggi untuk belajar, menimba ilmu, memperoleh penghargaan atas proses akademiknya, serta menjalani proses transformasi sehingga mampu menjadi pribadi yang hebat, kuat, dan unggul. Karena itu, ia menegaskan bahwa komersialisasi pendidikan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Mereka bukanlah ladang bisnis. Pendidikan bukanlah ladang bisnis, tetapi pengabdian, tanggung jawab, kekuatan untuk mempersiapkan generasi Indonesia unggul ke depan,” katanya.
Meski demikian, Rektor mengakui bahwa penyelenggaraan pendidikan membutuhkan pembiayaan. Namun, pembiayaan tersebut harus dilakukan secara wajar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan agar berbagai pungutan dalam ruang akademik tidak diarahkan untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok. “Berbagai pungutan apa pun dalam ruang akademik tidak boleh dilakukan yang sifatnya kemudian mencari keuntungan-keuntungan,” ujarnya.
I Made Suardana menyebut integritas akademik sebagai salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan perguruan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi yang mampu melahirkan lulusan hebat dan memberikan dampak besar adalah perguruan tinggi yang mampu memastikan integritas akademiknya.
| Baca juga: Gubernur Melki Sebut Lulusan IAKN Obor NTT |
Selain persoalan komersialisasi pendidikan, ia menyampaikan sejumlah agenda yang perlu diperkuat IAKN Kupang ke depan, antara lain pembaruan kurikulum, penguatan riset dan publikasi, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Kurikulum, kata dia, harus terus diperbarui agar mampu menjawab perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) juga perlu dilakukan dalam proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan karakter dan nilai spiritual mahasiswa.
“Kita boleh pintar, cerdas, hebat, tetapi kita tidak kehilangan sentuhan iman sebagai dasar pengembangan spiritualitas,” ujarnya.
Rektor juga mendorong IAKN Kupang untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi berbasis riset. Peningkatan jumlah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, serta inovasi dinilai penting untuk meningkatkan keberdampakan perguruan tinggi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Ia menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari masyarakat. Sebaliknya, kampus harus membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, pemerintah, masyarakat, serta berbagai mitra strategis untuk menghasilkan kerja sama yang berdampak dan berkelanjutan.
“IAKN Kupang bukan menara gading. IAKN Kupang terus bertransformasi dari tahap ke tahap selanjutnya,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen kampus dapat bersama-sama membangun IAKN Kupang menjadi perguruan tinggi yang berdampak melalui penguatan sumber daya manusia, infrastruktur pembelajaran, riset, inovasi, serta kolaborasi. Menutup sambutannya, I Made Suardana mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan dan mendukung IAKN Kupang agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Doakan terus IAKN Kupang semakin berdampak,” katanya, mengakhiri. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....