Sekolah NTT Terapkan KBM Terbatas Pascagempa Flores
- 15 Sep 2026 07:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT Ambrosius Kodo mengatakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap berjalan meski gempa mengguncang wilayah Flores. Pemerintah Provinsi NTT menerapkan sejumlah kebijakan untuk memastikan hak belajar peserta didik tetap terpenuhi dengan mengutamakan keselamatan.
Ambrosius menjelaskan, pada hari pertama setelah gempa, sekolah-sekolah diliburkan untuk menghindari risiko bagi siswa dan tenaga pendidik. Setelah itu, pembelajaran dialihkan secara daring apabila memungkinkan atau melalui penugasan yang dikerjakan peserta didik di rumah dengan pengawasan orang tua.
“Kita melarang dengan tegas tidak boleh ada kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan kelas karena gempa masih terus mengguncang,” kata Ambrosius saat ditemui pada Rabu, 2 September 2026.
Memasuki fase setelah dua minggu pertama tanggap darurat, pemerintah mulai menerapkan KBM secara terbatas. Untuk sementara, kegiatan tatap muka diprioritaskan bagi siswa kelas 3 dengan jam pelajaran yang dibatasi agar tidak terjadi konsentrasi massa di satu tempat.
Sementara siswa kelas 10 dan 12 diarahkan mengikuti pembelajaran secara daring jika kondisi memungkinkan. Jika pembelajaran daring tidak dapat dilakukan, guru memberikan penugasan untuk dikerjakan di rumah dengan pengawasan orang tua.
Ambrosius menegaskan, KBM tatap muka tidak boleh dilakukan di ruang kelas yang belum dipastikan aman. “Mereka bisa melakukan kegiatan belajar-mengajar itu di sekitar- sekitar sekolah dengan mendirikan tenda-tenda darurat, yang penting tidak boleh di ruangan kelas,” ujarnya.
Untuk kebutuhan jangka panjang, Dinas Pendidikan dan Olahraga NTT telah diminta mendata kebutuhan ruang kelas darurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagi sekolah-sekolah terdampak gempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....