Dinas Pendidikan Kota Kupang Siapkan Tiga Kali Try Out, Dongkrak Capaian TKA 2027
- 21 Agt 2026 11:44 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan capaian akademik siswa melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027. Langkah tersebut dilakukan setelah hasil TKA 2026 menunjukkan Kota Kupang menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT), namun masih menghadapi tantangan untuk mengejar rata-rata nasional.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, S.Pd., M.Si., dalam Dialog Indonesia Cerdas di Pro 1 RRI Kupang mengatakan hasil TKA harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara pendidikan. Ia menyebut Kota Kupang berada pada peringkat pertama dari 22 kabupaten/kota di NTT, baik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun Matematika pada jenjang SD dan SMP. Namun, capaian tersebut dinilai masih jauh dari kondisi ideal secara nasional maupun internasional.
Menurut Oktovianus, TKA yang mengukur kemampuan Matematika dan Bahasa Indonesia pada jenjang SD dan SMP menjadi salah satu gambaran kompetensi literasi dan numerasi siswa. Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Kupang mewajibkan sekolah memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan try out dan analisis hasil secara berkala untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa.
Untuk menghadapi TKA 2027, Dinas Pendidikan Kota Kupang telah menyiapkan tiga kali try out, yakni pada Oktober, awal Desember, dan Maret. Sementara pelaksanaan TKA dijadwalkan pada April 2027. Selain itu, sejak awal Agustus sekolah mulai melaksanakan bimbingan belajar sekali dalam sepekan dengan menggunakan paket soal TKA yang telah disiapkan dinas, yang jumlahnya hampir 400 soal untuk masing-masing mata pelajaran.
Oktovianus menjelaskan, salah satu persoalan yang ditemukan dalam TKA sebelumnya adalah siswa belum terbiasa menghadapi soal berbasis literasi dan numerasi yang membutuhkan pemahaman, analisis, serta evaluasi. Karena itu, soal-soal latihan di Kota Kupang sengaja dibuat lebih sulit dan lebih banyak dibandingkan soal TKA sebenarnya. Strategi tersebut diharapkan membuat siswa lebih familiar dengan bentuk soal sehingga tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti tes sesungguhnya.
Penguatan juga dilakukan terhadap kompetensi guru. Dinas Pendidikan Kota Kupang telah memberikan bimbingan teknis kepada lebih dari 300 guru SD dan lebih dari 100 guru SMP sebagai bagian dari pola training of trainers. Para guru yang mengikuti pelatihan kemudian diwajibkan berbagi pengetahuan kepada guru lainnya di sekolah masing-masing, terutama terkait penyusunan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pengawasan terhadap pelaksanaan program juga dilakukan oleh pengawas sekolah untuk memastikan kebijakan benar-benar diterapkan.
Selain guru dan siswa, Dinas Pendidikan menaruh perhatian pada sarana prasarana serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemenuhan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dilakukan melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dana BOS, serta sejumlah mitra. Dinas juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mengawasi kegiatan belajar anak di rumah. Oktovianus menegaskan, keberhasilan peningkatan capaian TKA membutuhkan konsistensi dan sinergi antara dinas, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Untuk TKA 2027, setiap sekolah di Kota Kupang ditargetkan meningkatkan capaian dibandingkan hasil tahun sebelumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....