Penggunaan AI Picu Kekhawatiran terhadap Ketersediaan Air
- 14 Sep 2026 07:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya membutuhkan energi listrik dalam jumlah besar, tetapi juga air untuk mendukung sistem pendinginan pusat data. Pusat data yang menjadi tempat beroperasinya sistem AI menghasilkan panas tinggi akibat aktivitas komputasi.
Untuk menjaga perangkat tetap bekerja pada suhu yang aman, sejumlah pusat data menggunakan sistem pendinginan berbasis air, termasuk teknologi pendinginan dengan proses penguapan. Kebutuhan air tersebut menjadi perhatian karena sistem pendingin pada pusat data membutuhkan air dengan kualitas tertentu.
Air yang memiliki kandungan mineral atau kontaminan tinggi dapat meningkatkan risiko korosi dan penumpukan kerak pada perangkat serta pipa pendingin. Berdasarkan laporan Water Unite, kebutuhan air untuk infrastruktur AI menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian seiring pesatnya perkembangan teknologi tersebut.
Persoalan semakin kompleks ketika pusat data dibangun di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air. Air yang digunakan untuk kebutuhan industri teknologi berpotensi berkompetisi dengan kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan keberlangsungan ekosistem.
Data global yang dikutip BBC Indonesia memproyeksikan konsumsi air yang berkaitan dengan industri AI dapat mencapai miliaran meter kubik dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut telah memunculkan kekhawatiran di sejumlah wilayah.
Di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Chile, pembangunan pusat data dan kebutuhan air untuk operasionalnya turut memicu perdebatan serta penolakan dari sebagian masyarakat. Warga khawatir penggunaan air oleh industri pusat data dapat mengurangi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, maupun lingkungan.
Di tengah pesatnya pengembangan teknologi AI, kebutuhan air tersebut menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan. Pengembangan pusat data dinilai perlu mempertimbangkan ketersediaan sumber daya air di wilayah tempat fasilitas tersebut dibangun.
Selain itu, inovasi teknologi pendinginan yang lebih hemat air menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya air. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....