Benarkah Motor Listrik Lebih Mudah Terbakar saat Dicas atau di Jalan?

  • 21 Sep 2026 14:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Fenomena kebakaran yang melibatkan kendaraan listrik belakangan ini kerap memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak pengguna maupun calon pembeli yang bertanya-tanya mengenai tingkat keamanan baterai, khususnya terkait situasi mana yang sebenarnya jauh lebih berisiko menimbulkan percikan api. Apakah potensi bahaya tersebut lebih besar mengintai ketika kendaraan sedang melakukan pengisian daya, atau justru saat dipacu di jalan raya?

Para pakar teknologi otomotif menjelaskan bahwa proses pengisian daya atau charging merupakan momen dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi. Saat baterai dialiri arus listrik dalam jangka waktu tertentu, terjadi reaksi kimia internal yang menghasilkan panas secara bertahap. Jika sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) atau pengisi daya tidak bekerja dengan optimal, risiko terjadinya pengisian berlebih (overcharging) dan lonjakan suhu tinggi akan meningkat pesat hingga memicu arus pendek.

Risiko saat pengisian daya ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta kebiasaan pengguna sehari-hari. Mengisi ulang baterai di area tertutup tanpa ventilasi udara yang baik, atau menggunakan kabel dan stopkontak rakitan yang tidak sesuai standar pabrikan, menjadi pemicu utama timbulnya efek thermal runaway. Kondisi ini merupakan keadaan di mana sel baterai mengalami kenaikan suhu ekstrem secara berantai yang sulit dipadamkan secara manual.

Di sisi lain, potensi kebakaran saat kendaraan dipacu di jalan raya umumnya dipicu oleh faktor mekanis dan kendala eksternal. Benturan keras pada bagian bawah sasis akibat jalan berlubang, kecelakaan, atau benturan benda asing dapat merusak pelindung fisik paket baterai. Kerusakan struktur ini berpotensi menyebabkan kebocoran sel internal serta korsleting akibat kontak antar komponen yang berada di bawah tekanan muatan listrik saat digunakan.

Selain faktor benturan, gaya berkendara dan modifikasi ilegal pada komponen kelistrikan turut meningkatkan risiko di jalan raya. Memaksa kendaraan membawa beban melebihi kapasitas secara terus-menerus dapat memicu beban kerja berlebih pada motor penggerak dan baterai. Ditambah lagi, modifikasi sistem kelistrikan yang mengabaikan tingkat ketahanan air dan isolasi kabel yang benar dapat menyebabkan arus pendek saat melewati genangan air.

Berdasarkan analisis teknis, baik situasi saat pengisian daya maupun saat dikendarai memiliki potensi bahaya masing-masing jika prosedur keamanan diabaikan. Namun, risiko saat pengisian daya jauh lebih sering berawal dari kelalaian penggunaan perangkat pengisi yang tidak standar atau pengawasan yang kurang. Oleh karena itu, menerapkan edukasi pengisian daya yang aman serta rutin memeriksa kondisi fisik baterai adalah langkah kunci dalam menekan risiko kebakaran pada motor listrik. (RN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....